Jalan Jompo Dibuka Sebagian

Penanganan Darurat Terus Dilakukan

Sebagian Jalan Raya Sultan Agung Jember dibuka, sore kemarin, dan bisa digunakan hari ini. Sementara, penanganan darurat masih terus dikerjakan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar baik untuk warga Jember terkait penanganan darurat di lokasi bekas pertokoan Jompo. Dengan pemasangan jumbo bag yang sudah hampir tuntas, maka sebagian ruas Jalan Sultan Agung Kecamatan Kaliwates itu rencananya akan dibuka hari ini (31/3).

IKLAN

Rencana pembukaan jalan tersebut disampaikan salah satu operator ekskavator, Iksan. Menurutnya, pembukaan jalan rencananya dibuka Selasa hari ini. “Rencananya sore ini (kemarin, Red) dibuka dan besok pagi sudah bisa digunakan,” katanya.

Iksan menyebut, rencananya pembukaan itu hanya menunggu satu tahap. Yaitu penyemprotan air oleh mobil damkar. Hal itu dilakukan agar debu material pasca-dilakukannya penanganan darurat tidak beterbangan ke mana-mana. “Tadi konsen membersihkan material di jalan. Sekarang menunggu disemprot damkar saja, terus jalan dibuka. Jadi, pagi bisa digunakan,” ucapnya.

Kendati demikian, penanganan darurat tersebut masih terus dilakukan seperti disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Kementerian PUPR Ahmad Subki. Sedapat mungkin, jalan akan dibuka begitu pemasangan jumbo bag sudah selesai. “Jalan raya diupayakan akan tetap berfungsi,” ujarnya.

Subki juga menyebut, sebelum jalan dibuka pihaknya harus memastikan jumbo bag yang dipasang harus berfungsi menjadi tangkis sungai, serta mengisi kekosongan bekas longsoran tanah, termasuk menjadi penahan badan jalan. “Sehingga saat jalan digunakan, kondisi jalan tidak sampai rusak parah,” paparnya.

Sekadar informasi, selama penanganan darurat dikerjakan, jalan yang dibuka hanya sebagian saja. Bila penanganan darurat itu tuntas sepenuhnya, maka pada saatnya nanti akan dilakukan penanganan tahap kedua yakni pembangunan permanen. Akan tetapi, pembangunan permanen wacananya akan dibangun sebuah taman kota. Hanya saja, sejauh ini masih menunggu dana dari APBN.

Reporter : Nur Hariri, Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih