Simpan Sabu-Sabu, Divonis 8 Tahun

TERTUNDUK: Terdakwa sabu-sabu, Siti Hasanah, menunduk lesu saat mendengarkan pembacaan putusan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jember

RADAR JEMBER.ID – Siti Hasanah, terdakwa kasus narkotika golongan I divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar oleh Majelis Hakim PN Jember, kemarin (29/8). Terdakwa yang merupakan perempuan ini kerap menangis dalam persidangan.

IKLAN

Ketika mendengar putusan di ruang Cakra, terdakwa menunduk dan harus menerima hukuman delapan tahun penjara dari majelis hakim. Dalam persidangan tersebut, Ana, sapaan akrab terdakwa, didampingi dua penasihat hukumnya. Yakni Yuli Winiari dan Irfan Nahdi. Sedangkan, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember adalah Dian Akbar Wicaksana.

Putusan dibacakan oleh ketua majelis hakim Wisnu Widodo. Terdakwa terbukti menyimpan narkotika golongan 1 melebihi 5 gram. Yakni narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 17,88 gram.  Denda Rp 10 miliar jika tidak dibayarkan, akan diganti dengan pidana penjara selama 10 bulan.

“Pada intinya, saudara dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman pidana,” ucap Wisnu Widodo.  Sebelum menyatakan sikap menerima, pikir-pikir atau banding, terdakwa berdiskusi terlebih dahulu dengan pengacaranya. “Iya, saya terima,” tutur Ana.

Salah satu tim pengacara Ana, Irfan Nahdi, mengaku cukup puas dengan putusan yang dijatuhkan majelis hakim kepada kliennya. “Karena lebih rendah daripada tuntutan JPU,” tuturnya.

Sebelumnya, tuntutan JPU kepada Ana adalah kurungan selama 12 tahun. “Kalau dari fakta hukum sebelumnya, barang itu diakui milik si Ana. Tetapi dalam persidangan, keterangan terdakwa barang itu didapat dari orang Madura. Meskipun dari keterangan saksi tidak membenarkan hal tersebut,” imbuh Irfan.

Menurut Ana, barang itu sudah ada di tangannya. Tetapi dia tidak bisa menunjukkan bukti transaksinya dari orang Madura itu. “Kami cukup puas, berarti pleidoi kami dipertimbangkan oleh majelis hakim. Jadi, karena diputuskan lebih rendah dari tuntutan, maka kami terima,” tambah Irfan.

Terdakwa ditangkap di rumah kos yang berada di daerah Kecamatan Kaliwates pada 25 Februari 2019lalu, sekitar pukul 21.00. Ana terbukti menyimpan klip plastik narkotika jenis sabu seberat 17,88 gram di dompetnya.

Hasil tes urine terdakwa juga membuktikan bahwa ia positif mengonsumsinya. Ana kemudian dijerat dengan pasal berlapis, dalam Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi