‘Perkawinan’ Partai Pengusung Belum Terjadi

- PKB dan Gerindra Tetap pada Pendirian

- PDIP Tak Keburu, NasDem dan Lainnya Tunggu DPP

BERGANDENGAN: Sejumlah pimpinan parpol berkumpul dalam acara menyikapi pemakzulan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peta politik pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Jember terus mengalami perkembangan. Bakal pasangan calon dari jalur independen sudah dipastikan bisa mendaftar ke KPU Jember. Sementara bakal paslon dari jalur partai politik (parpol) juga mengalami perkembangan. Namun demikian, ‘perkawinan’ parpol untuk mengusung bakal pasangan calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) belum sepenuhnya mengerucut.

IKLAN

Seperti diketahui, partai yang saat ini secara terbuka sudah menyatakan rekomendasi kepada bakal calon yakni PKB dan Partai Gerindra. PKB merekomendasi Bacabup Ifan Ariadna, sedangkan Gerindra tetap kepada bakal Bacabup Djoko Susanto.

Rekomendasi terhadap Ifan juga datang dari PAN dan disebut-sebut juga dari Perindo. Sementara rekom kepada Djoko masih dari Gerindra saja. Tetapi Gerindra meyakini kedua partai lain, yakni Perindo dan Partai Berkarya, tetap di jalur yang sama, karena berada dalam satu fraksi di DPRD Jember.

Di luar keenam parpol yang sudah mulai mengerucut tetapi belum final ini, juga masih terdapat enam partai politik lain. Masing-masing adalah Partai NasDem, PDIP, PKS, PPP, Partai Demokrat, dan Partai Golkar. Keenam partai ini seluruhnya sudah mengirim nama-nama bakal paslon yang akan mereka usung kepada pengurus pusat.

Ketua DPD Partai NasDem Jember Marzuki Abdul Gofur menegaskan, partainya terkenal sebagai partai yang sebenarnya paling awal memberi rekomendasi. Akan tetapi, karena bakal calon yang dulu diusung tidak lagi melalui partai, maka partainya kini melakukan pemetaan kembali.

Terkait kapan rekomendasi NasDem akan turun, Marzuki menegaskan, hal itu merupakan kewenangan DPP Partai NasDem. “Kalau rekomendasi, itu langsung dari pusat. Yang jelas, nama-nama tokoh sudah kami kirimkan, kami tinggal menunggu,” papar Marzuki.

Secara terpisah, Ketua DPC PDIP Jember Arif Wibowo menjelaskan, terbitnya rekomendasi akan melihat dinamika yang terjadi di Jember. Kendati demikian, Arif menegaskan, partainya tetap mengacu pada proses pendaftaran yang telah dilakukan. “Kalau kami mengacunya pada yang sudah mendaftar dan mengikuti proses rekrutmen serta seleksi calon. Kami mengikuti mekanismenya yang diatur di internal partai,” jelasnya.

Mengenai kapan rekomendasi akan turun, Arif menegaskan, internal PDIP masih melakukan proses seleksi dan rekomendasi akan terbit sebelum pendaftaran di KPU Jember ditutup. “Kami tidak terburu-buru mengambil keputusan, meskipun tidak panjang atau tidak lama waktunya. Prinsipnya, sebelum tanggal 4-6 September itu, kami akan terbitkan rekomnya. Yang perlu diingat, tidak ada satu pun partai yang bisa maju sendiri,” tegasnya.

Posisi menunggu kepastian pada keputusan rekomendasi dari pengurus pusat juga dilakukan oleh PKS, PPP, Demokrat, dan Golkar. Menurut Ketua DPD PKS Jember Ahmad Rusdan, partainya menunggu keputusan pengurus pusat tentang siapa nama tokoh yang direkomendasi nantinya. “Usulan nama tokoh sudah kami sampaikan, saat ini tinggal menunggu,” paparnya.

Perhelatan politik di kalangan partai sejauh ini juga belum sampai pada pengerucutan siapa calon wakil bupatinya. Penentuan pasangan cabup-cawabup ini nanti pasti berbicara tentang sosok seorang tokoh. Selain itu, penentuan cabup-cawabup lumrah terjadi menjadi ‘perkawinan’ atau bergabungnya partai politik.

Sekadar informasi, sejumlah pihak memprediksi bakal paslon dari parpol sangat sulit menjadi satu pasangan saja. Nantinya, diperkirakan akan mengerucut menjadi dua pasangan cabup-cawabup. Kendati demikian, potensi pengerucutan menjadi tiga paslon juga masih cukup terbuka. Sementara itu, di luar jalur partai, ada pasangan Faida-Vian dari jalur perseorangan, yang tinggal menunggu waktu untuk mendaftar ke KPU Jember.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Nur Hariri
Fotografer: Nur Hariri