Pom Mini Tak Pernah Ada Tera Ulang

BUKAN PASTI PAS: Salah satu pom mini saat sedang melayani sepeda motor pembeli di Jalan Semeru, Sumbersari.

RADAR JEMBER.ID Bisnis SPBU mini atau yang disebut pom mini mulai menjamur di beberapa tempat, baik di desa maupun kota.  Konsumen semakin leluasa membeli berapa saja nominalnya, tanpa harus ke SPBU. Namun, belum tentu takaran bensin pom mini tersebut tepat. Sebab, tak pernah ada tera ulang.

IKLAN

Penera UPT Metrologi Jember R Siget Pramudito mengatakan, semua hal perniagaan yang ada sangkut pautnya dengan ukuran ataupun jumlah, seharusnya ditera ulang setiap setahun sekali. “Tera ulang itu tidak hanya timbangan saja, SPBU juga ditera ulang,” katanya.

Menurut dia, tera ulang pada SPBU adalah pada mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM). Lewat tera ulang, munculah label pasti pas. Artinya, jumlah BBM yang dikeluarkan lewat mesin tersebut sesuai takaran.

Sayangnya, jelas Siget, pom mini di Jember tidak pernah ditera ulang, sehingga ukuran BBM yang dikeluarkan mesin pom mini tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Ukuran BBM yang dikeluarkan tepat atau tidak, ya tidak tahu. Karena tidak pernah tera ulang,” imbuhnya.

Siget mengaku, tak sedikit masyarakat bertanya tentang keberadaan dan standar pengisian yang dilakukan pom mini. “Kalau berbicara presisi, lebih baik beli bensin di pedagang botol bensin eceran daripada pom mini,” tuturnya.

Dia menambahkan, tera ulang dilakukan untuk melakukan kalibrasi agar timbangan tata niaga semua pedagang dari berbagai daerah itu sama. Selain itu, fungsi tera ulang termasuk untuk memberikan kepastian konsumen. “Alat kami setahun sekali juga ditera ulang di Yogyakarta. Alat di Yogyakarta juga ditera ulang ke Prancis. Jadi, semua negara itu sama. Satu liter di sini, ukuran satu liter di negara lain juga sama,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jember Supratigto mengakui, beredarnya pom mini yang kini menyebar luas bukan perkumpulan dari Hiswana Migas. Bahkan, kata dia, takarannya pun juga belum bisa dipertanggungjawabkan.

Akibat maraknya peredaran pom mini, tambah dia, sebenarnya Pertamina punya program pom mini resmi milik Pertamina. Sayangnya, ujar Supratigto, di Jember masih belum ada. Walau pom mini itu marak, tapi jumlahnya mulai menurun. “Coba lihat saja, kan banyak pom mini tutup,” akunya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi