Bupati Faida Raih Top Eksekutif Muslimah 2019

BERPRESTASI LAGI: Bupati Faida saat menerima penghargaan sebagai Top Eksekutif Muslimah 2019 kategori Pemimpin Pemerintahan di acara pembukaan Rakernas Ipemi IV The Media Hotel Jakarta

JAKARTA RADAR JEMBER.ID – Lagi-lagi penghargaan tingkat nasional diraih oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMR. Kali ini, perempuan pertama yang menjadi Bupati Jember tersebut meraih Top Eksekutif Muslimah 2019 kategori Pemimpin Pemerintahan. Penghargaan dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di pembukaan Rakernas Ipemi IV The Media Hotel Jakarta, kemarin (29/7).

IKLAN

Diraihnya penghargaan ini karena Bupati Faida dianggap telah berprestasi dan berhasil dalam membangun karir di pemerintahan, berkontribusi signifikan terhadap instansi yang dipimpin, serta memiliki peran strategis dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. Tak hanya itu, Faida juga dinilai memiliki improvement prestasi yang patut dibanggakan, serta kontribusi dan perannya dapat menginspirasi masyarakat.

Selain Faida, penghargaan kategori yang sama juga diberikan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Jazila, serta Bupati Gunung Kidul Badingah. “Saya di sini mewakili masyarakat Jember, berterima kasih kepada Ipemi. Bagi saya, penghargaan Top Eksekutif Muslimah 2019 ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara dan masyarakat Jember,” kata Faida.

Penghargaan tersebut, sambung dia, juga sebagai tanda bahwa kerja keras dan inovasi layanan yang dilakukan selama ini telah diterima luas oleh masyarakat. Untuk itu, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kinerja dan semakin memacu perbaikan pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. “Prinsipnya, pemimpin itu adalah pelayan. Dan aparatur birokrasi harus bersifat melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil mengaku terpukau melihat prestasi para perempuan penerima penghargaan, termasuk Bupati Faida. Menurutnya, peraih penghargaan tersebut merupakan hasil dari penilaian tim juri dari 200 nomine di kategori pemerintah. Ratusan nomine itu atas dasar rekomendasi beberapa tokoh nasional dan organisasi wanita atau muslimah. Selain itu, berdasarkan hasil riset media terkait keberhasilan Eksekutif Muslimah di seluruh Indonesia.

Dari kandidat itu, tim juri selanjutnya melakukan survei melalui kuesioner dan wawancara, penyaringan, verifikasi data, dan pengolahan data, hingga mengerucut menjadi empat nama di kategori Pemimpin Pemerintahan. “Saya berharap, diberikannya penghargaan ini dapat mendorong lebih banyak lagi wanita muslim di Indonesia yang berprestasi, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Ingrid.

Menurut dia, Ipemi adalah organisasi sosial kemasyarakatan yang dibentuk dan didirikan untuk meningkatkan peran dan kontribusi pengusaha muslimah dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ipemi memiliki jutaan anggota. Terdiri atas pengusaha muslimah maupun muslimah yang ingin menjadi pengusaha atau mendapat income tambahan untuk keluarga. “Kepengurusannya tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia dan lima negara sahabat. Yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Turki, dan Amerika Serikat,” paparnya.

Ingrid meyakini, perempuan yang berdaya berperan penting dalam mengurangi angka kemiskinan sesuai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Bahkan, kata dia, saking pentingnya peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi global menjadi keniscayaan. Sebab, di Indonesia, partisipasi perempuan di sektor ekonomi diramalkan dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) tahunannya sebesar US$ 135 miliar pada tahun 2025. Angka itu sama dengan 9% di atas angka PDB normal. “Semoga penghargaan ini menjadikan keberhasilan eksekutif muslimah sebagai inspirasi untuk pengembangan muslimah pada khususnya, dan perempuan Indonesia pada umumnya,” tandasnya. (*)

Reporter : Mahrus Sholih

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih