Hoaks Muncul, Dikabarkan Meninggal

Berhaji, Kiai Luthfi Kena Serangan Jantung

SEMOGA LEKAS SEMBUH: Pengasuh Ponpes Madinatul Ulum Jenggawah, KH Muhammad Luthfi Ahmad, terbaring di salah satu rumah sakit di Arab Saudi. Dia terkena serangan jantung saat menunaikan ibadah haji.

ARAB SAUDI RADAR JEMBER.ID – Kabar hoaks masih saja beredar dan tak pandang bulu. Termasuk kabar bohong terhadap jamaah yang menunaikan ibadah haji. Bahkan, KH Muhammad Luthfi juga terdampak kabar hoaks tersebut. Dia dikabarkan meninggal saat menunaikan ibadah haji. Padahal, Pengasuh Ponpes Madinatul Ulum Jenggawah tersebut terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit.

IKLAN

Berita bohong itu membuat Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Jember Ahmad Tholabi kebingungan. Dia langsung menelepon petugas haji yang berada di Arab Saudi untuk kejelasan informasi tersebut. “Saya ini ditelepon oleh banyak orang. Karena mereka menanyakan kabar Kiai Lutfi meninggal di Tanah Suci. Jadi, saya langsung kontak petugas yang ada di sana,” ujarnya.

Tholabi menegaskan, kabar Kiai Luthfi meninggal itu hoaks. Berita yang benar adalah terkena serangan jantung mendadak, sehingga Kiai Luthfi yang terdaftar pada jamaah haji Jember kloter 47 tersebut harus dilarikan ke rumah sakit. “Kabarnya juga mau dioperasi di sana (Arab Saudi, Red),” imbuhnya.

Terbaringnya Kiai Luthfi juga menambah daftar jamaah haji Jember yang sakit ketika menjalankan ibadah. Sebelumnya, kata Tholabi, ada satu jamaah haji asal Desa Balung Kidul terkena stroke. Walau terbaring sakit, ujarnya, pemerintah Indonesia tetap berusaha agar ritual ibadah haji tetap bisa diikuti. “Waktu wukuf di Padang Arafah, mereka yang sakit akan berada di ambulans untuk melakukan ibadah wukuf,” tambahnya. Ibadah wukuf akan berlangsung 8 Dzulhijjah atau diperkirakan pada 9 Agustus mendatang.

Kepada Radarjember.id, Sofyan Hadi, jamaah haji Jember Kloter 44 mengakui, ada satu jamaah haji asal Jember yang terkena serangan jantung mendadak. “Benar, ada yang kena serangan jantung, yaitu Kiai Luthfi dari Jenggawah,” imbuhnya.

Sofyan menambahkan, jamaah haji dari Jember sudah banyak yang datang, termasuk jamaah haji dari berbagai negara. Jamaah pun telah mengenakan pakaian Ihram dan menuju zonasi maupun maktab yang telah disusun. “Khusus Indonesia, termasuk Asia, banyak ditempatkan di daerah Mahbas Jinn,” pungkasnya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih