Terdampak Erupsi Gunung Agung, Bandara Notohadinegoro Ditutup Sementara

Jumai/Radar Jember STOP SEMENTARA: Abu tipis menyelimuti avron (landasan) di Bandara Notohadinegoro, akibat meletusnya Gunung Agung di Bali. Bandara tersebut pun ditutup mulai pukul 07.00 – 17.00.

AJUNG – Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, resmi ditutup oleh otoritas terkait. Penutupan ini dilakukan sejak pukul 07.00 – 17.00, kemarin (29/6). Penyebab penutupan adalah erupsi Gunung Agung mengeluarkan asap abu vulkanik, yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan.

IKLAN

“Kami menerima Notam (notice to airmen) untuk penutupan Bandara Notohadinegoro sekitar pukul 08.00,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo di Bandara Notohadinegoro Jember kemarin.

Penutupan yang direkomendasikan ini sejak pukul 07.00 – 17.00. Sesuai dengan Notam, maka penutupan ini disebabkan dari erupsi Gunung Agung yang membawa debu vulkanik ke arah barat menuju ke Jember sehingga dapat mengganggu penerbangan.

“Memang terlihat abu tipis di avron (landasan). Tapi kalau di atas mungkin abunya banyak seperti yang ditampilkan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi),” tuturnya.

Sehingga tidak ada aktivitas penerbangan komersial untuk sehari kemarin. Dirinya masih belum mengetahui kondisi penerbangan keesokan harinya bandara di Kabupaten Jember dibuka atau tidak. “Biasanya harian, besok akan dikabari lagi,” jelas Edi.

Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak seperti pihak Kementerian Perhubungan dan AirNav terkait dengan aktivitas Gunung Agung di Bali.

Yang jelas, akibat penutupan ini maka seluruh operasional dua pesawat komersial yakni Garuda Indonesia dan Wings Air rute Jember-Surabaya dan sebaliknya dibatalkan.

Karena peringatannya pagi, banyak penumpang yang sudah tiba di Bandara tidak tahu kalau bandara ditutup. Mereka baru mendapatkan pemberitahuan saat berada di bandara.

Biasanya, calon penumpang sudah memahami kondisi seperti ini. Penumpang yang sudah beli tiket dipersilakan untuk melakukan refund (pengembalian uang pembelian tiket), re-rute (perubahan jadwal penerbangan, Red), ataupun penggantian nama calon penumpang. Sehingga tidak ada masalah terkait hal ini, karena keselamatan penerbangan yang utama.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember melaporkan jika Jember juga merasakan dampak dari erupsi Gunung Agung di Bali ini. Oleh karena itu, BPBD Jember membagikan ribuan masker kepada warga. Pembagian dilakukan beberapa titik wilayah kota Jember.

Pembagian masker ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dampak debu vukanik Gunung Agung di Bali. Plt Kepala BPBD Jember Widi Prasetyo mengatakan abu terbawa angin yang mengarah ke barat pulau Bali, akibatnya wilayah Jember terdampak dan terjadi hujan abu.

“Akibat erupsi Gunung Agung sangat terasa sekali. Debu bisa dilihat di kap mobil itu cukup tebal,” kata Widi. Abu vulkanik Gunung Agung terbawa hingga ke wilayah Kabupaten Jember karena berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Jawa Timur, hembusan angin ke arah barat yakni menuju ke Jember.

Agar kesehatan masyarakat tidak terganggu pihak BPBD membagikan sekitar 5.000 lembar masker. “Sebagai langkah antisipasi sekaligus kampanye agar masyarakat menggunakan masker, kawan-kawan  BPBD Jember membagikan 5.000 lembar masker. Ada 25 ribu yang kita siapkan,” lanjutnya.

Selain membagikan masker, Widi juga mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. “Agar tidak mengganggu kesehatan saya mengimbau agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” imbaunya.

Seperti diketahui, Gunung Agung pada hari Kamis kemarin (28/6) kembali erupsi sekitar pukul 17.25 WITA dengan memuntahkan debu dan asap vulkanik. Akibat debu letusan Gunung Agung, Bandara Notohadinegoro Jember dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi juga ditutup sementara. (ram/jum/c1/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :