Berharap Tak Ada Penundaan Lagi

Keberangkatan CJH Bakal Diputuskan 1 Juni Mendatang

MENUNGGU KEPUTUSAN: Jamaah haji asal Kabupaten Jember yang diberangkatkan pada 2019 lalu. Pada 2020 ini, belum ada kepastian apakah keberangkatan haji bakal tetap digelar atau ditiadakan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Harap-harap cemas mulai dirasakan calon jamaah haji (CJH) 2020. Sebab, sejak beberapa pekan lalu, kepastian keberangkatan haji sering kali ditunda. Kini kepastian akhir bakal diputuskan pada Senin (1/6) mendatang.

IKLAN

Ketidakpastian itu menyusul belum dibukanya kembali tanah suci Makkah oleh Pemerintah Arab Saudi. Akibatnya, nasib ribuan calon calon jamaah haji dibuat menggantung. Lebih dari 1.700 calon jamaah haji asal Kabupaten Jember amat menantikan keputusan keberangkatan itu.

Kepala Seksi Pelaksana Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Jember Ahmad Tholabi mengatakan, molornya kepastian keberangkatan itu membuat Kemenag tiap daerah kelimpungan dalam melakukan persiapan. Sebab, jika kepastiannya semakin diulur, maka otomatis persiapan haji semakin mepet. “Dulu keputusan terencana pada pertengahan April, lalu diundur pada 21 Mei. Dan sekarang diundur lagi pada 1 Juni,” kata Tholabi, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember.

Menurut dia, meskipun jamaah banyak yang sudah melakukan persiapan, namun ada persiapan yang cukup penting yang tidak bisa dilewatkan dan butuh waktu yang cukup. Seperti pengurusan paspor untuk CJH tambahan tahun kemarin yang harus diurus ke Kantor Imigrasi. Padahal Kantor Imigrasi masih belum membuka pelayanan.

Tak sampai di situ, dalam pengurusan visa, CJH diwajibkan memiliki surat keterangan sehat dari meningitis yang dikeluarkan Dinas Kesehatan. Sementara, layanan suntik meningitis juga belum terlihat bakal digelar.

Tholabi meyakini, semuanya menunggu putusan kepastian keberangkatan CJH pada 1 Juni mendatang. Meskipun demikian, yang jadi persoalan adalah tetap pada masalah waktu yang dianggapnya terlalu mepet. “Kita hanya bisa menunggu 1 Juni nanti. Harapannya itu sudah final dan tidak mbleset lagi,” pungkasnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Maulana
Fotografer: Istimewa