Jangan Jadikan Seks Menyimpang Sebagai Tren

KUPAS SEKS MENYIMPANG: Masyarakat harus mewaspadai seks tidak wajar, bahkan saat ini perilaku tersebut tidak saja ditemui di kota besar saja, tapi juga di daerah.

RADARJEMBER.ID – Melihat penyimpangan seksual di masyarakat jangan diam, hal itu malah membuat perlakuan tidak wajar akan berkembang luas dan menjadi tren. Ulasan tersebut dikemukakan Dewi Rokhmah, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember, saat berlangsung diskusi publik, Selasa (30/4).

IKLAN

Diskusi bertema Media Sosial dan Pengaruh Kampanye Komunitas LGBT ini, bertempat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember. “Semua agama menolak penyimpangan seksual, karena itu masyarakat harus berani menolak agar tidak merambah kemana-mana,” jelas Dewi.

Ia juga berpendapat, di era digital saat ini, media sosial memiliki pengaruh besar membentuk pribadi anak. “Alangkah bijaksana bila orangtua membangun komunikasi harmonis dengan anak, orangtua dianggap gagal manakala anak tidak bisa menyampaikan unek-uneknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Juariyah memaparkan, munculnya HIV/AIDS disebabkan hubungan seksual tidak aman, seperti saat melakukan hubungan badan tidak memakai pengaman. Menurutnya, penderita HIV AIDS saat ini cenderung dikucilkan oleh masyarakat. Mereka beralasan takut tertular penyakit tersebut.

Padahal, kata dia, HIV/AIDS tidak menular ke orang lain tanpa melakukan hubungan badan. “Karena itu hal ini harus dipahami oleh masyarakat,” kata Juariyah. Bahkan, dia menambahkan, ada kasus ketika penderita HIV/AIDS meninggal, tidak ada satupun keluarga yang mau memandikan, sehingga terpaksa dimandikan oleh orang lain. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih