Kisah Korban Banjir Bandang di Ijen Bondowoso

Nyaris Terjebak, Selamat Lari ke Tempat Lebih Tinggi

TAK TERSISA: Warga membantu membersihkan rumah Imam Sugianto, salah seorang korban banjir bandang yang rumahnya jebol akibat hantaman kayu yang terbawa lumpur. Semua keluarga Imam selamat.

IJEN.RADARJEMBER.ID- Imam Sugianto, 33, warga Dusun Kampungbaru, Desa Sempol, Kecamatan Ijien, Bondowoso, Jawa Timur, beserta keluarganya selamat dari bencana banjir bandang yang menerjang kampungnya, kemarin (29/1). Siang itu, dia mengajak istri dan dua anaknya lari ke lokasi yang lebih tinggi.

IKLAN

“Kalau saya tidak mendengar warga yang berlari sambil teriak mungkin saya sudah jadi korban,” ujar Imam, menceritakan detik-detik banjir lumpur itu terjadi. Matanya memerah. Dia masih teringat ketika harus berkejaran dengan banjir. Dia bersama istrinya, Halimatus Syakdiyah, 30, saling bantu untuk menyelamatkan diri dan dua anaknya, Rehan, kelas 4 SD dan Defam, 4.

Saat banjir menerjang, dia tak sempat membawa apapun dari rumah. Dia hanya fokus menyelamatkan diri dan keluarga. Akibatnya, rumah yang mereka huni yang berdekatan dengan saluran pembuangan hancur setelah dihantam banjir bandang yang terjadi sekitar pukul 14.00 tersebut.

“Saya mendengar orang berteriak, banjir banjir banjir. Terus saya membawa istri dan dua anak kami ke selatan ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Imam mengaku bersyukur, karena bencana itu tak sampai merenggut korban keluarganya. Meski rumah milik dia satu-satunya berserta perobat di dalam hancur. Air yang bercampur lumpur itu membawa potongan kayu besar dan masuk ke dalam rumah. “Kayu menghantam dinding dapur, dinding rumah dan ruang tamu, sehingga jebol,” ucapnya.

Kini, Imam dan keluarganya tak memiliki apa-apa lagi, selain baju yang dipakai serta sebuah korden yang dia selamatkan pasca banjir. “Saya hanya berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso bisa memberi bantuan untuk bangun rumah,” pungkasnya. (jum/hud)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih