Pertamina Gelontor Lagi 51 Ribu Tabung, Aneh Kalau Masih Langka

FOTO-FOTO: WAWAN DWI/RADAR JEMBER TAMBAH LAGI: Aktivitas pengiriman gas LPG di agen sebelum dikirim ke konsumen.

RADARJEMBER.ID – Meski telah menambah pasokan hingga 320 persen dari jatah normal sejak awal Agustus hingga akhir pekan kemarin, namun keberadaan gas elpiji 3 kilogram masih langka di pasaran. Oleh karena itu, PT Pertamina (Persero) kembali menambah pasokan gas bersubsidi tersebut, yang dalam sepekan ini jumlahnya mencapai 51 ribu tabung.

IKLAN

Sales Eksekutif Rayon VII PT Pertamina M. Ali Akbar Felayati mengungkapkan, puluhan ribu tabung itu akan dikirimkan dalam tiga tahap dalam pekan ini. Tahap pertama sudah didistribusikan awal pekan ini sebanyak 10 ribu tabung. Selanjutnya, sejumlah 31 ribu tabung akan didatangkan hari ini.

Sedangkan sisanya, atau 10 ribu tabung lagi, akan dikirim Jumat (31/8). Tambahan alokasi ini untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji di masyarakat. “Semua tambahan alokasi tersebut akan didistribusikan ke agen untuk diteruskan ke pangkalan resmi gas elpiji bersubsidi, yang berada di bawah PT Pertamina,” katanya saat diwawancarai, kemarin.

Pria yang karib disapa Akfel ini menjelaskan, sebenarnya kondisi saat ini bukan kelangkaan elpiji, tetapi naiknya konsumsi elpiji di masyarakat. Sehingga, berdampak terhadap tingginya serapan gas elpiji tiga kilogram di pasaran. Hal itu, kata dia, disebabkan beberapa faktor, di antaranya adalah penggunaan gas untuk pengairan, dan peternakan, hajatan yang dilaksanakan warga selama Agustus ini.

Untuk mengantisipasinya, Akfel menuturkan, hingga Jumat lusa, Pertamina melakukan penambahan dengan jumlah total 241.720 tabung. Kenaikan itu setara dengan 377 persen dari jumlah yang disalurkan rata-rata sebesar 64.153 tabung per hari. “Kuota yang didistribusikan saat ini juga telah melebihi dari alokasi yang disediakan sebesar 1,1 persen atau 223.000 tabung,” paparnya.

Tak hanya menambah alokasi saja, untuk menanggulangi kelangkaan itu, pihaknya juga menggelar operasi pasar. Terdekat, operasi pasar tersebut akan digelar Kamis (30/8), di sejumlah titik yang tersebar di sembilan kecamatan.

Sembilan kecamatan tersebut, sambung Akfel, adalah Kecamatan Gumukmas, Wuluhan, Jenggawah, Ambulu, Kalisat, Kencong, Puger, Tanggul, dan Kecamatan Umbulsari. “Masing-masing kecamatan ada tiga titik operasi pasar. Dan setiap titik bakal didrop 250 tabung. Jadi, totalnya ada 750 tabung per kecamatan,” tuturnya.

Akfel mengungkapkan, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, operasi pasar yang dilakukan ini juga untuk mencegah kepanikan pasar. Karena dari pantauan Pertamina, terindikasi ada spekulan maupun pengecer yang memanfaatkan situasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

Buktinya, dia memaparkan, dari operasi pasar murah yang digelar di 19 kecamatan sebelumnya, pihaknya mendapati penjualan gas elpiji yang dilakukan oleh agen masih normal. Dalam penjualan secara langsung itu, juga tak terjadi antrean yang signifikan. “Bahkan yang terserap hanya 5.168 tabung dari 6.500 yang disediakan, atau sekitar 79 persen,” paparnya.

Agar kelangkaan gas elpiji ini cepat teratasi, Akfel juga mengimbau, sebaiknya elpiji bersubsidi tersebut digunakan sesuai dengan peruntukannya, yakni masyarakat kurang mampu serta usaha mikro dengan omzet di bawah Rp 850 ribu per hari. Hal ini, kata dia, sesuai ketentuan Undang-Undang UMKM Nomor 20 Tahun 2008.

Di luar itu, dia menegaskan, masyarakat bisa beralih menggunakan elpiji nonsubsidi, seperti elpiji biru maupun bright gas. “Jika masih menjumpai adanya penggunaan gas elpiji bersubsidi yang tak sesuai peruntukan, maka dapat melapor ke pemda atau pihak berwajib,” tandasnya.

Reporter : Mahrus Sholih
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah
Fotografer: Dwi Siswanto

Reporter :

Fotografer :

Editor :