Nasib PKL Alun-Alun Bondowoso, Tunggu Sikap Bupati Baru

Sholikhul Huda/Radar Ijen SUDAH JADI: Inilah pusat wisata kuliner yang dibangun Pemkab Bondowoso di kawasan Jembatan Ki Ronggo.

RADARJEMBER.ID – Pusat Wisata Kuliner yang dibangun di kawasan Jembatan Ki Ronggo sudah berdiri megah. Namun, sampai saat ini belum ada aktivitas apa pun. Pusat kuliner ini sejatinya disiapkan untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di Alun-alun RBA Ki Ronggo.

IKLAN

Namun, para PKL alun-alun rupanya masih belum mau pindah. Paguyuban PKL Alun-alun rupanya menunggu pemerintahan yang baru untuk keputusan pemindahannya. Hal itu muncul dalam bincang bareng antara Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Bondowoso bersama Paguyuban PKL Alun-alun di Dinas Koperasi, perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Selasa (28/8).

Hadir dalam sharing itu, Ketua Paguyuban PKL Alun-alun RBA Ki Ronggo Mujiati, Ketua DPC APKLI Bondowoso Murti Jasmani, Ketua DPD APKLI Jatim Ali Hasan Mun’im, dan para pengurus DPC APKLI Bondowoso.

Mujiati mengungkapkan, berbicara PKL sama halnya berbicara perut seseorang. Sebab, para PKL hidup dari jualannya. Para PKL berharap penghasilan mereka sebagai PKL di Alun-Alun bisa tetap didapat. Oleh karenanya, harapannya pemerintah bisa menetapkan para PKL di Alun-alun RBA Ki Ronggo. “Para PKL sudah merasa nyaman di situ, dan mereka merasa masyarakat dengan mudah menghampiri mereka,” jelasnya.

Sementara pihaknya menyadari, peraturan mengatakan jika tempat yang saat ini ditempati masuk dalam pembangunan ruang terbuka hijau (RTH). Oleh karenanya, Paguyuban PKL lun-alun sebenarnya tidak ingin melanggar peraturan pemerintah. “Namun, kami ingin pembahasan mengenai pemindahan kami (PKL Alun-alun, Red), setelah adanya pemerintahan baru,” terangnya.

Dijelaskan, minimal setelah ada pemerintahan baru yang hanya kurang tiga mingguan ini, ada pembahasan lebih lanjut. Muji memisalkan, setelah ada kepemimpinan baru, Kepala Diskoperindag dan juga PDC APKLI Bondowoso bermusyawarah dengan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso yang baru. “Selanjutnya, undang kami-kami untuk musyawarah, seperti apa hasilnya nanti,” tuturnya.

Sementara, Ketua DPC APKLI Bondowoso Murti Jasmani mengungkapkan, sebenarnya rencana pemindahan PKL bukanlah merugikan PKL. Sebab, di tempat yang baru, pemerintah berkomitmen akan meramaikan tempat tersebut. Sedangkan ketika dikaji berdasarkan peraturan, pemerintah bisa memindahkan para PKL di Alun-alun RBA Ki Ronggo. “Jangan sampai ketika para PKL alun-alun tidak mau dipindah ke Pusat Wisata Kuliner, lantas pemerintah menggerakkan PKL lainnya untuk menempati, sementara berdasarkan peraturan, titik PKL di alun-alun itu sebenarnya adalah RTH,” ujarnya.

Oleh karenanya, pihaknya ingin mengajak para PKL alun-alun agar menyiapkan diri untuk pindah. Sebab, berdasarkan regulasi, pemerintah telah menetapkan titik yang saat ini ditempati PKL sebagai RTH.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskoperindag Bambang Soekwanto mengatakan, akan menuruti para PKL alun-alun. Kemungkinan, akhir September pihaknya akan meminta arahan kepada pemerintahan baru, dan akan ditindaklanjuti dengan mengadakan koordinasi dengan PKL Alun-alun.

Reporter & Fotografer: Sholikhul Hud
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :