Kerap Disalahkan sebagai Biang Macet

Trotoar Menjadi Lapak PKL

BERBARIS RAPI: Belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) menghiasi trotoar di Jalan Basuki Rahmad, tepatnya di depan Pasar Sabtuan, Tegal Besar.

 RADAR JEMBER.ID – Biang macet yang kerap terjadi bisa disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah kondisi jalan yang kian menyempit karena kedua sisinya yang telah beralih fungsi tidak sebagaimana mestinya. Seperti trotoar yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Tegal Besar.

IKLAN

Lokasinya yang persis di depan Pasar Sabtuan menjadi kesempatan yang tidak ingin disia-siakan oleh sejumlah orang. Mereka menyulap trotoar tersebut menjadi lapak berjualan mereka. Padahal, kondisi jalanan di depan pasar tersebut tidak terlalu lebar. Hal itu kerap memicu kemacetan pada jam-jam tertentu.

Muhlis, salah seorang pedagang yang mangkal di trotoar itu mengatakan, berdagang di tempat tersebut menjadi satu-satunya mata pencahariannya. Pria asal Kelurahan Kranjingan itu mengaku sudah hampir dua tahun berjualan di sekitar trotoar.

Meskipun sebenarnya ada lahan kosong di dalam pasar yang baru direnovasi, namun dia lebih memilih berjualan di luar. “Kalau di dalam cukup mahal. Karena harus bayar sewanya, setahun bisa kisaran Rp 10 jutaan,” katanya.

Jumlah tersebut, kata dia, tentu mustahil baginya untuk bisa membayar. Mengingat, Muhlis hanya seorang pedagang kerupuk yang nyambi berdagang bendera dan pernak-pernik Agustusan. Kondisi yang sama juga dialami oleh pedagang yang membuka lapak di sepanjang trotoar itu. Meskipun banyak dari mereka yang melapak hampir 24 jam, namun dia meyakini, sebagian besar dari mereka adalah pedagang kecil yang tidak memiliki cukup modal untuk sewa lahan di dalam pasar.

Dia juga mengakui, di sepanjang area itu memang kerap terjadi macet. Namun, pria 40 tahun itu mengaku tidak bisa berbuat banyak. “Bisanya jual seperti ini. Kalau tidak jualan, saya tidak bisa menafkahi keluarga,” pungkasnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti