Tak Tertandingi, Gus Aab Pimpin NU Lagi

TIGA KALI: Gus Aab kembali terpilih sebagai Ketua PCNU Jember dalam Konfercab NU yang digelar di Kampus UIJ, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates

RADAR JEMBER.ID – Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) Jember lagi-lagi memberikan mandat Ketua Tanfidz atau Ketua PCNU kepada KH Abdullah Samsul Arifin. Pria yang akrab disapa Gus Aab ini terpilih ketiga kalinya dalam perhelatan yang digelar di Universitas Islam Jember (UIJ), Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, kemarin (28/7).

IKLAN

Nama Gus Aab keluar sebagai calon tunggal Ketua PCNU Jember dalam sidang pemilihan tanfidz dan syuriah yang dipimpin Moh. Qodry, Wakil Ketua PWNU Jatim, dan H Rosyidi, Wakil Bendahara PWNU Jatim. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin ini memperoleh 262 suara pada penjaringan bakal calon.

Ketua Panitia Konfercab NU Jember Rasid Zakaria mengatakan, untuk bisa menjadi calon, maka dibutuhkan 99 suara. Nah, pada proses ini, suara yang melebihi syarat tersebut hanya nama Gus Aab seorang. “Untuk bisa menjadi calon, butuh 99 suara dari sebanyak 373 utusan MWC dan Ranting NU. Dari beberapa nama yang muncul, hanya Gus Aab yang bisa melebihinya, sehingga menjadi calon tunggal,” katanya.

Nama bakal calon lain yang sempat muncul yaitu ada empat orang. Masing-masing Prof Nur Harisudin dengan perolehan 68 suara, Gus Firjaun Barlaman 29 suara, Mustain dengan 3 suara, dan Muslim yang hanya mendapatkan satu suara.

Dengan syarat 99 suara, munculnya bakal calon untuk bisa menjadi calon ketua tanfidz, maka nama Gus Aab menjadi calon tunggal alias tanpa tanding. Secara otomatis, Gus Aab ditetapkan sebagai Ketua PCNU Jember periode 2019-2024. Dengan demikian, dirinya akan menakhodai NU Jember untuk kali ketiga.

Sementara itu, pemilihan rais syuriah memiliki sistem berbeda dengan ketua tanfidz. Rais syuriah dipilih dengan cara mengusulkan lima nama orang dari MWC dan ranting. Nah, dari kelima nama yang diusulkan itulah, kemudian diputuskan dengan cara di-rangking.

Pada Konfercab NU tersebut, nama KH Muhyiddin keluar dengan perolehan suara terbanyak yaitu 322 suara. Dengan demikian, KH Muhyiddin ditetapkan sebagai ketua rais syuriah.

Sedangkan empat nama lain yang juga diusulkan juga mendapat suara signifikan. Masing-masing yaitu KH Imam Haromain dengan perolehan 249 suara, KH Imam Gozali dengan 207 suara, KH Badrus Sadiq dengan 204 suara, serta KH Dawam Wahid dengan suara 180 pemilih.

Dikonfirmasi, Gus Aab menyampaikan, keterpilihannya sebagai ketua PCNU Jember untuk kali ketiga merupakan mandat besar yang harus dilaksanakan. Menurutnya, kepengurusan PNCU ke depan akan lebih dimaksimalkan, termasuk kepengurusan yang ada di PCNU.

Gus Aab mengaku, kepengurusan yang akan dibentuk nanti akan mempertahankan para pengurus yang benar-benar berjuang untuk NU Jember. “Untuk kepengurusan, akan kita musyawarahkan bersama rais syuriah. Pastinya, mereka yang berjuang untuk NU akan dipertahankan. Saya kira, seminggu ke depan kepengurusan sudah bisa selesai atau sesuai dengan AD/ART,” paparnya.

Terkait dengan adanya sejumlah rekomendasi untuk kepengurusan NU periode 2019-2024, Gus Aab optimistis akan dapat menjalankannya dengan baik. “Rekomendasi-rekomendasi itu pasti akan kita laksanakan sebaik mungkin,” tegasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer :

Editor :