Rekomendasikan Cabup Jember dari NU

TERPILIH LAGI: KH Abdullah Samsul Arifin bersama KH Muhyidin Abdusshomad kembali terpilih sebagai pimpinan PCNU Jember. 

RADAR JEMBER.ID – Konstelasi politik lokal Jember memberi warna tersendiri dalam Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU), kemarin (28/7). Salah satu rekomendasi yang muncul yaitu harus ada ikhtiar agar calon Bupati Jember ke depan dari NU.

IKLAN

Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Jember periode 2019-2024, KH Abdullah Samsul Arifin, yang terpilih lagi, menegaskan kesiapannya untuk menjalankan rekomendasi tersebut. Pria yang akrab dipanggil Gus Aab ini mengatakan, lahirnya rekomendasi itu bukan tanpa alasan, tetapi atas dorongan banyak kader NU yang mengikuti konfercab atau yang tidak.

Gus Aab menjelaskan, keberadaan pengurus NU tidak akan bisa lepas dengan situasi politik. Oleh karenanya, program rutin NU seperti turun ke bawah ke ranting-ranting, juga tak bisa lepas dengan urusan politik. Sebut saja, politik saat terjadi pemilihan presiden, pimilihan legislatif, serta pemilihan Gubernur Jawa Timur. Tak hanya itu, sebentar lagi juga akan dihadapkan dengan Pemilihan Bupati (Pilbup) Jember tahun 2020.

Untuk itulah, kepengurusan baru di tubuh NU harus memiliki ikhtiar lebih aktif mengusung dan mendukung kader NU untuk bisa menjadi Bupati Jember. “Sinergi itu tidak bisa sekadar ucapan, tetapi  diimplementasikan. Kita ikhtiarkan NU punya bupati. Itu juga menjadi rekomendasi dari pengurus lama kepada pengurus yang baru,” jelasnya.

Ikhtiar yang dimaksud tidak sekadar menunggu atau pasif. Namun, harus mampu mengomunikasikan dengan partai politik. “Paling tidak mengomunikasikan dengan partai  yang senapas dengan NU,” ujarnya.

Dia menegaskan, NU tidak bisa memberangkatkan calon bupati, karena NU bukan partai politik. “Baru kalau ketemu partai, dibikin semacam penyamaan persepsi dan menyatukan seluruh potensi yang dimiliki,” tegasnya.

NU menginginkan kader sendiri sebagai bupati agar pemerintahan ke depan lebih baik  dan untuk kemaslahatan umat. Selain itu, lembaga keagamaan diharapkan mendapat perhatian penting, karena banyak melakukan kegiatan dan pemberdayaan kepada masyarakat.

Dia mencontohkan, salah satu perhatian besar yang diberikan kepada NU atau ormas lainnya. Pemkab Banyuwangi bisa menganggarkan hingga Rp 14 miliar untuk kegiatan dan pemberdayaan yang dilakukan NU. “Banyuwangi bisa, kenapa Jember tidak bisa,” ucapnya.

Begitu ditanya tentang bantuan pemerintah Jember terhadap NU Jember, Gus Aab menilai, pernah mendapatkannya sekali, yaitu Rp 500 juta dalam lima tahun terakhir. “Dari pemerintah hanya satu kali, Rp 500 juta. Selain itu, mencari sendiri,” jelasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi