Kesampingkan Jumlah Subscribe, Dahulukan Kualitas Video

Jember Creator, Wadah Kreatif Generasi Milenial di Era Digital

Para pencipta konten kreatif di platform Youtube ini merupakan orang-orang kreatif. Mereka tak sekadar ingin mendapatkan uang melalui AdSense, namun membuat video yang berkualitas agar bisa dinikmati masyarakat.

PEKERJA KREATIF: Rido Leo Siregar (kiri) dan Wawan Kotaro, pendiri Jember Creator, wadah kreatif di era digital.

RADAR JEMBER.ID – “Saya unggah video di Youtube tengah malam, karena internetnya cepat,” kata Rido Leo Siregar, pemilik akun Youtube Leo Brewok. Di malam hari, kecepatan internet lebih cepat dibanding siang hari. Waktu unggah video durasi sepuluh menit bisa diselesaikan selama 2 jam.

IKLAN

Ketika video sudah terunggah di akun Youtube-nya, dia merasa lega dan merdeka. Sebab, karyanya sudah bisa dinikmati oleh para penggemar Youtube. Bukan sekadar menikmati, namun juga menonton informasi yang edukatif.

Leo Brewok merupakan pemuda yang aktif sebagai food vlogger. Bersama Khoirul Ikhwan, dia mengumpulkan para content creator di Jember. Awalnya diberi nama komunitas Youtube Jember. Namun, kini berganti menjadi Jember Creator.

Akun Youtube Leo Brewok sudah di-subscribe 1700 orang. Isinya tentang berbagai makanan yang ada di Jember. “Pertama kali buat video pakai kamera handphone, video tentang wisata petik apel di Malang,” terangnya.

Rupanya, video itu memiliki daya tarik yang cukup tinggi. Viewer-nya mencapai 234 ribu. Banyak pertanyaan dari berbagai daerah tentang tempat tersebut. Bahkan, Leo juga diminta untuk menjadi guide. “Yang tanya dari Kalimantan, Sulawesi, banyak luar daerah,” akunya.

Di hari libur, Leo memanfaatkan waktunya untuk hunting video baru. Video diedit saat pulang kerja. Tak ada rasa lelah, sebab yang dilakukannya sudah menjadi hobi. “Kalau video sudah diunggah, lalu banyak yang respons, ada kebanggaan,” ucapnya. Menurutnya, dia membuat video tentang makanan tak hanya untuk dirinya sendiri, namun masyarakat luas.

Pilihan Leo untuk menjadi content creator bukan hanya karena bisa menjadi penghasilan tambahan, namun juga karena video sebagai karya seni. Dia belajar secara autodidak. “Saya jenuh dengan rutinitas pekerjaan, berangkat pagi, pulang langsung tidur,” terangnya.

Akhirnya, dia menjadikan platform Youtube sebagai media untuk aktualisasi diri. Youtube menjadi media baru untuk banyak hal. Tak hanya berbagi informasi dan hiburan, namun juga wadah edukasi.

Leo bertemu dengan orang-orang yang suka videografi, salah satunya adalah Wawan Kotaro, nama akun Youtube dari Khoirul Ikhwan. Mereka  berkumpul dan membentuk komunitas Youtube Jember. “Ada obrolan serius kumpulin teman-teman yang punya misi sama,” tambah Wawan.

Pertemuan itu pun menghasilkan beberapa hal baru tentang menjadi content creator. Muncullah komunitas Youtuber Jember. “Karena hanya youtuber yang bisa masuk, akhirnya kami ganti jadi Jember Creator,” imbuhnya.

Jember Creator jadi menjadi wadah anak bagi yang kreatif. Tak hanya para youtuber yang bisa bergabung, namun beberapa pelaku industri kreatif seperti selebgram, pemain musik, dan lainnya.

Melalui media Youtube, mereka ingin mengajak agar anak muda lebih kreatif. Memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai wadah positif. Sebab, hari ini akses internet  mudah didapatkan, sayang kalau disia-siakan.

Jember Creator mengajak anak mudah untuk berkarya, membuat konten video yang berkualitas. Tidak hanya berharap mendapatkan keuntungan dari AdSense. “Itu bonus, yang utama bikin konten berkualitas,” tambah Leo.

Peserta yang tergabung dalam Jember Creator sekitar 70 orang. Ada pelajar yang masih SMA, mahasiswa, dan komunitas perfilman. Mereka diajak untuk tidak hanya berpikir mencari keuntungan dari Youtube, tapi aktualisasi diri dengan membuat konten yang berkualitas. Sebab, bila mereka memiliki karya yang baik, dampaknya akan kembali pada dirinya. Seperti diminta untuk membuat company profile perusahaan, endorse produk, dan beberapa pekerjaan lainnya. “Itu bisa menjadi pendapatan yang berbeda,” ucapnya.

Dalam membuat video, Leo tak mau terburu-buru. Kualitas menjadi yang utama baginya. Sebab, bila kualitas sudah bagus, penghasilan akan mengikutinya. Terbukti, dia kerap untuk diminta endorse produk kuliner.

Begitu juga dengan Wawan Kotaro yang tidak mau terjebak dengan penghasilan yang didapat dari Youtube. Dia lebih mendahulukan nilai positif dari video yang dibuatnya. “Saya bikin konten  hidup untuk belajar,” terangnya.

Konten yang dibuatnya sebisa mungkin memiliki manfaat bagi penonton. Dia tak terlalu memperhitungkan seberapa banyak subscriber. Sebab, dia mendapatkan portofolio lebih, sehingga mendapatkan pekerjaan berkat keterampilannya.

Diakuinya, kecepatan internet menjadi pendukung kerja kreatifnya. Banyak orang yang bergantung pada sinyal yang bagus sehingga ketika unggah video bisa cepat. Karena tidak setiap hari  unggah video, kecepatan internet masih berfungsi dengan baik.

Berbeda ketika kebutuhan harus unggah video setiap hari. Kecepatan internet menjadi kunci untuk terus konsisten dengan pekerjaannya. “Warga Jember masih belum familiar dengan Youtube, terutama warga desa,” jelasnya.

Melalui Youtube, Wawan ingin membuka pola pikir masyarakat dengan video yang disajikannya. Sebab, membuat video juga membutuhkan tanggung jawab yang besar. Apalagi, video yang dibuat menimbulkan pro kontra. “Yang menonton bukan hanya Jember, tapi seluruh dunia,” tandasnya. (*)

 

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : Bagus Supriadi