Sabar, Pasar Tradisional Segera Dibuka

SEPI: Untuk sementara, Pemkab Jember menutup kawasan pasar tradisional hingga hari ini (29/5). Rencananya akan kembali dibuka, besok (30/5).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Langkah penanganan Covid-19 dengan menutup sejumlah pasar di Kabupaten Jember terus dilakukan pemerintah. Sterilisasi pasar digadang-gadang sangat penting dilakukan guna mencegah penyebaran wabah korona. Kendati pasar ditutup, semangat pedagang untuk berjualan tetap besar. Mereka pun membuka lapak di pinggir-pinggir jalan raya. Namun dalam waktu dekat, mereka akan kembali melapak di tempatnya seperti sediakala.

IKLAN

Fenomena wabah korona memang menjadi pusat penanganan pemerintah, termasuk di Jember. Ditutupnya sejumlah pasar memang sempat membuat para pedagang meradang. Bahkan sudah ada yang wadul DPRD. Akan tetapi, penanganan harus tetap dilakukan demi kebaikan dan keselamatan bersama.

Penutupan pasar selama sepekan ini dilakukan guna memuluskan aktivitas penanganan pencegahan korona. Salah satunya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan meminimalkan kerumunan orang. Selain itu, pasar juga ditutup untuk dilakukan penyemprotan desinfektan secara menyeluruh di beberapa bagian pasar.

Humas Pemkab Jember Gatot Triyono menyebut, beberapa pasar yang ditutup dipastikan akan disemprot cairan pembunuh kuman atau korona. “Sebelum ditempati, pasar-pasar disterilkan,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember tersebut.

Dengan dilakukannya penutupan pasar, lanjut dia, harapan penanganan korona agar bisa cepat selesai menjadi tujuan utama. Untuk itu, para pedagang diharapkan sabar. Sebab, pasar-pasar yang ditutup ini akan segera dibuka. “Rencananya dibuka tanggal 30 Mei,” tegas Gatot.

Mantan Camat Kaliwates ini mengimbau seluruh pedagang pasar ataupun warga Jember pada umumnya, untuk selalu waspada dengan mematuhi protokol penanganan Covid-19 ketika pasar kembali dibuka nanti. Dia pun tidak bosan-bosan meminta masyarakat mengutamakan hidup sehat dengan sering mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dengan orang lain selagi ada wabah korona, dan menghindari kerumunan banyak orang.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti