Pertahankan Tradisi, Juga Ikut Kemajuan Zaman

Pondok Pesantren Al Ghofilin, Talangsari

BANGUNAN BARU: TPQ Al-Ghofilin tepat berada di depan Masjid Al-Ghofilin yang masih berada dalam satu kompleks.

RADAR JEMBER – Masjid Al-Ghofilin menjadi satu kompleks dengan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Pondok Pesantren Al-Ghofilin. Kompleks pendidikan Islam dan masjid itu juga masih satu wilayah dengan kampung Ramadan yang berada di Lingkungan Kulon Pasar, Jember Kidul.

IKLAN

Al-Ghofilin bisa menjadi opsi destinasi wisata religi di bulan Ramadan seperti sekarang ini. Sebab, suasana kental bulan suci seperti sudah melekat di sana. Apalagi, saat menjelang berbuka puasa, para santri dan warga sekitar sama-sama berbuka bersama di halaman depan TPQ Al-Ghofilin yang baru berdiri tiga tahun itu.

Al Ghofilin sendiri sudah terkenal dengan kegiatan salawatan dan wiridan yang sudah cukup lama. Bahkan, Salawat Al-Ghofilin kini memiliki ribuan jamaah. Namun, dalam kawasan Al-Ghofilin tersebut, dua bangunan TPQ dan masjid masih terlihat baru dibangun. “Kalau TPQ ini masih baru tiga tahun. Kalau untuk masjid baru diresmikan tahun 2015 lalu,” tutur Gus Baiquni Purnomo, pimpinan Majelis Salawat Al-Ghofilin.

Di Pesantren Al-Ghofilin kini hanya ada 80 santri dan santriwati. Menurut Gus Baiqun, pihaknya kini belum berniat mengembangkan ponpes tersebut. “Kami masih ingin menjaga kultur ponpes tersebut,” katanya. Gus Baiqun mengaku, nama Al-Ghofilin yang dipakai untuk ponpes itu baru saja didaftarkan ke pihak notaris. Padahal, ponpes itu sudah berdiri sejak 1978 silam.

“Kenapa dulu ponpes itu tidak didaftarkan namanya? Karena abah Mbah Shiddiq tidak mau membuat identitas baru. Karena fenomena identitas itu bisa jadi masalah,” tuturnya. Kini, baik ponpes maupun TPQ sudah ada lembaga pendidikannya yang terdaftar di notaris dengan nama Yayasan Al-Ghofilin.

“Kami juga sudah punya aplikasi di Playstore. Namanya Al-Ghofilin. Aplikasi itu isinya ada salawat yang bisa kita baca. Dan tersambung juga ke website Topi Bangsa,” pungkas Gus Baiqun. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Rangga Mahardika