Santunan untuk Empat Anak Yatim asal Gubrih

Baznas Beri Voucer Belanja Ramadan

DIPANGGIL BAZNAS: Keempat Anak Yatim dari Desa Gubrih langsung disentuh Baznas Bondowoso. Keempatnya datang ke Kantor Baznas untuk mendapatkan santunan yatim Ramadan.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Baznas Bondowoso ikut turun tangan memberikan bantuan kepada empat anak yatim asal Desa Gubrih, Kecamatan Wringin.  Empat anak yatim yang ditinggal ibunya merantau ke Kalimantan mendapatkan santunan voucer belanja dari Baznas. Ramadan 1440 H ini Baznas membagikan santunan voucer belanja kepada 528 anak yatim. Voucer belanja langsung diterima Alia, 13; Alisa, 9; Sifa, 4; dan Dela, 22 bulan.

IKLAN

Wakil Ketua Baznas Imam Soerojo mengatakan, undangan untuk keempat anak yatim itu datang dari anggota Baznas. Setelah beredar luas di media sosial, akhirnya data itu diinput Baznas. Selanjutnya, Baznas mengundang keempat yatim tersebut. “Mereka mendapatkan hak yang sama dengan yatim lainnya dalam program Baznas, yakni mendapatkan voucer belanja senilai Rp 300 ribu. “Rinciannya Rp 175 ribu untuk belanja pakaian, Rp 75 ribu untuk belanja sandal dan Rp 50 ribu untuk transport,” jelasnya.

 Sebanyak 528 yatim di Bondowoso yang mendapatkan program Vouver Yatim Baznas ini bisa berbelanja keperluannya di toko yang sudah bekerja sama dengan Baznas. Dengan demikian, para yatim bisa memakai baju baru dan sandal baru saat Lebaran 1440 H.

Imam Soerojo mengatakan, selama Ramadan ini, Baznas Bondowoso sudah menyalurkan sekitar Rp 156 juta. Total penerimaan itu disalurkan untuk 528 yatim di seluruh Bondowoso. Untuk pendataannya, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh camat di Bondowoso.

 Alia, sulung dari empat bersaudara ini mengaku sangat bahagia. Voucer itu akan digunakan untuk membeli sepatu dan baju. Ia mengaku selama Ramadan sudah puasa. Mulai pertama puasa tidak pernah bolong. “Saya puasa terus,” terangnya.

 Di lain sisi, kisah Aliya dan adik-adiknya ini sangat menyentuh. Saat ini, Aliya sudah mengenyam pendidikan di SDN 1 Gubrih. Saat sekolah, sering kali Aliya membawa adiknya. Sebab, di rumah neneknya sudah mengasuh dua adiknya. “Ikut belajar, senang adik di sekolah,” jelas yatim yang ditinggal ibunya bekerja di Kalimantan ini. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto