Polisi Lumpuhkan Dua Perampok Toko Emas di Jenggawah

TAK BERKUTIK: Salah seorang pelaku pembobolan toko emas di Jenggawah mendapat perawatan petugas medis. Kedua pelaku dilumpukan dengan timah panas karena melawan petugas saat akan ditangkap.

JENGGAWAH.RADARJEMBER.ID- Ketenangan warga di Desa/Kecamatan Jenggawah saat menjalankan ibadah Ramadan, terusik dengan ulah sekawanan perampok. Karena, persis usai salat Tarawih, polisi mengepung Toko Emas Mulia yang berada di kawasan Pasar Jenggawah. Rupanya, di saat warga menggelar taddarus, ada dua orang yang membobol toko perhiasan tersebut.

IKLAN

Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto mengungkapkan, kedua pelaku yang masuk ke Toko Emas Mulia milik Irwan itu teridentifikasi bernama Suhadi, 45, dan Zaenal Mari, 50. Keduanya merupakan warga Malang. Sementara satu pelaku lain masih dalam pengejaran petugas. “Sebelum polisi masuk, pelaku sempat mengancam kalau ada yang berani masuk akan dibunuh,” ujarnya.

Menurutnya, saat upaya penangkapan itu dilakukan, kedua pelaku melakukan perlawanan. Sehingga petugas melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan kedua pelaku. Saat ini, para pelaku mendapat perawatan di puskesmas terdekat. “Kedua pelaku ini adalah residivis dan pernah melakukan perampokan toko emas di wilayah Jawa Tengah dengan hasil rampokan sebanyak satu kilogram emas,” ungkap Sunarto.

Hasil penyelidikan kepolisan menyebutkan, setelah berhasil masuk dengan membobol tembok bagian belakang, kedua pelaku kembali berusaha menjebol tembok dalam toko yang menuju tempat penyimpanan emas. Namun, sebelum upaya itu berhasil, alarm milik Irwan sang pemilik toko berbunyi, sehingga polisi keburu tiba di lokasi.

Selain menangkap dua pelaku, polisi juga mengamankan beberapa alat-alat yang digunakan untuk mengebor tembok . Di antaranya bor, dua linggis, gergaji, anak bor, sarung tangan, dan gunting. “Kedua tersangka ini merupakan residivis kambuhan,” pungkas Sunarto.

Artikel lebih lengkap, terbit di harian Jawa Pos Radar Jember, edisi besok (30/4). (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih