Pengiriman Barang Dialihkan Pakai Truk

Diprediksi Meningkat sampai Akhir Bulan

BONGKAR MUAT: Salah satu aktivitas bongkar muat barang dari kereta api di Stasiun Jember. Kegiatan ini masih dilakukan sebelum tanggal 24 April lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengiriman barang antarkota menggunakan armada transportasi kereta api (KA) di wilayah Daop 9 Jember sekarang beralih. Tidak lagi menggunakan kereta, tetapi dikirimkan dengan truk. Sebab, seperti diketahui sebelumnya, PT KAI Daop 9 Jember sudah membatalkan sementara waktu seluruh perjalanan KA penumpang hingga tanggal 31 Mei mendatang.

IKLAN

Dengan begitu, ekspedisi barang yang biasanya menggunakan kereta barang, dialihkan memakai armada truk. Hal itu dibenarkan oleh Kepala KA Logistik Cabang Timur Jauh Asep Ridwan Sidik. “Untuk pengiriman barang masih tetap berjalan. Distribusinya dari timur ke barat menggunakan alternatif transportasi truk,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pengiriman barang dari wilayah timur tersebut mulai dari Denpasar, Banyuwangi, sampai ke Stasiun Surabaya Pasar Turi saja yang menggunakan truk. Selanjutnya, apabila barang tersebut akan dikirim kembali ke wilayah lainnya, seperti ke daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan DKI Jakarta, masih bisa menggunakan kereta api parsel. “Karena di wilayah tersebut masih ada kereta yang beroperasi, yakni kereta parsel,” tutur Asep.

Intensitas pengiriman barang dari wilayah Jawa Timur bagian timur menuju ke barat pun sekarang ini masih dalam persentase stabil. Sementara, dari wilayah barat ke Jatim bagian timur, persentase naik mencapai 25 persen. Apalagi di awal-awal bulan Ramadan kali ini. “Tidak menutup kemungkinan persentase bisa naik sampai 70 persen, kalau kondisinya masih seperti sekarang ini,” bebernya.

Selain itu, barang-barang yang disalurkan melalui ekspedisi kereta ini mulai didominasi obat-obatan dan alat pelindung diri (APD), yang berkaitan dengan penanganan Covid-19. Asep menambahkan, distribusi APD seperti masker dan hand sanitizer dari arah barat menuju timur mulai berkelanjutan terus-menerus. “Kalau obat-obatan tertentu ya. Untuk awal ini persentase pengiriman obat juga naik sekitar 20 persen,” jelas dia.

Sebelumnya, pengiriman barang menggunakan kereta api ini identik dengan pengiriman sepeda motor. Sebab, pengiriman sepeda motor memakai kereta api dinilai efisien dan cepat. Nah, dengan peralihan moda transportasi pengiriman, pihaknya masih melayani pengiriman sepeda motor. “Kalau untuk sepeda motor masih kami terima, semua retail lah. Kecuali hewan, karena sesuai peraturan KAI, hewan tidak diperbolehkan dimuat,” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti