Cicipi Lezatnya Nasi Pecel “Godong Jati” di Ambulu

JADI DAYA TARIK: Siapa sangka gagasan menyajikan menu nasi pecel menggunakan godong jati malah mengundang ketertarikan orang untuk mencicipinya.
BIKIN NGILER: Beginilah tampilan nasi pecel godong jati di Ambulu yang ramai pembeli.

AMBULU.RADARJEMBER.ID- Tak jauh dari Alun-Alun Ambulu, sekitar 200 meter ke arah timur, pagi itu sebuah warung pecel terlihat dipenuhi oleh pembeli. Warung ini lebih ramai jika hari libur nasional maupun hari Minggu.

IKLAN

Dilihat dari luar, warung milik Kuslan ini sepintas tidak memiliki keistimewaan. Bahkan bangunan warung di Jalan Ahmad Yani Ambulu itu terlihat sederhana dan terkesan kuno. Lantas apa yang membuat warung nasi pecel itu menjadi buruan pecinta kuliner?

Ternyata memang ada yang berbeda dari warung nasi pecel pada umumnya. Ternyata wadah yang digunakan bukanlah piring atau kertas berlapiskan plastik seperti warung yang lain. Kuslan memilih daun jati sebagai alas makanan yang ia jual.

Kepada radarjember.id, Kuslan mengaku sudah empat tahun terakhir warung tersebut menggunakan godong jati agar nasi pecel tampil beda dan lebih diminati pembeli. “Ide memakai godong atau daun jati itu terinspirasi dari Ponorogo tempat asal bapak saya. Di sana orang jualan nasi pecel terbiasa menggunakan godong jati,” ungkapnya.

Strategi Kuslan mengadopsi pecel godong jati itu tergolong berhasil. Karena pecel ini menjadi incaran pembeli bahkan dari luar kota. Menurut Kuslan, konsumen menganggap pecel godol jati terasa lebih lezat. Terlebih, Kuslan membanderol dagangannya cukup merah, hanya Rp 6.000 untuk setiap porsi. “Kami buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga pukul 20.00,” imbuhnya.

Setiap hari Kuslan membutuhkan 150 lembar daun jati muda. Daun jati dari hutan Ungkalan tersebut setiap hari dipasok oleh salah seorang pedagang daun dari Desa Sabrang, Ambulu.

Siti Masitoh, kakak kandung Kuslan, mengatakan, warung yang dia kelola itu tak sembarangan menerima daun jati. Dia tetap selektif dalam memilih daun jati, karena diyakininya berpengaruh terhadap cita rasa pecel itu sendiri. “Sambal pecelnya tidak dibeli dari toko tapi murni buatan sendiri. Ada dua jenis sambal. Yakni sambal gerimis rasa pedasnya sedang dan sambal bledek rasanya pedas banget,” kata Siti.

Ketenaran warung pecel godong jati ini tidak bisa dipungkiri lagi. Apalagi setelah warung itu dipublikasikan melalul media sosial. Bahkan, bila ada pentas musik di Stadion Glori Ambulu, dipastikan artis regional dan artis nasional menyempatkan diri menikmati kelezatan pecel godong jati itu.

Untuk diketahui, setiap hari Siti Masitoh menanak nasi antara 15 sampai 20 Kg. Jumlah itu bisa lebih manakala menerima pesanan.(*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih