Biar Cair, Dewan Harus Direkom Parpol

Tutupi Biaya Kampanye, Gadaikan SK ke Bank

GRAFIS

IKLAN

TENTANG PENJAMINAN SK KE BANK

RADAR JEMBER.ID – Seolah menjadi ritual lima tahunan, fenomena anggota dewan menggadaikan surat keputusan (SK) ke bank pascapelantikan, selalu terjadi di awal mereka menjabat. Biasanya, upaya itu untuk menutupi biaya saat masa kampanye. Sebab, bukan rahasia lagi, ongkos politik yang dikeluarkan untuk menjaring suara pemilih cukup tinggi. Bahkan mencapai ratusan juta.

Penelusuran Radarjember.id, begitu 49 orang dari 50 anggota dewan dilantik (satu orang masih ibadah haji, Red), SK dari Gubernur Jawa Timur dibagikan, Senin (26/8) awal pekan ini. Rupanya, pada pengambilan SK itu, muncul obrolan untuk “menyekolahkan” atau menggadaikan SK ke bank. Meski percakapan tersebut terkesan guyonan, tapi sejatinya adalah obrolan serius.

Kemungkinan adanya SK anggota dewan yang akan “disekolahkan” tersebut dibenarkan oleh Kabag Humas dan Perundang-undangan DPRD Jember Sutiyoso. Menurutnya, sebagai humas, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan bank untuk urusan gadai SK tersebut. “Kalau ada anggota yang pinjam uang dengan SK, kami sebatas mengomunikasikan,” ucapnya.

Dijelaskannya, surat saksi berupa SK bisa saja dijadikan jaminan kepada bank tertentu. Persyaratannya pun sama halnya dengan ketentuan yang lain, seperti diatur oleh pihak perbankan. Hanya saja, kata dia, ada syarat tertentu yang harus dipenuhi bila ada anggota dewan yang pinjam uang dengan jaminan SK. “Salah satu syaratnya yaitu harus ada rekomendasi dari partainya. Tanpa itu, tidak bisa,” pungkasnya.

Salah seorang anggota DPRD yang enggan disebut namanya mengakui, ada kecenderungan anggota dewan yang terpilih menjaminkan SK-nya ke bank. Namun, dirinya tak akan mendatangi bank secara langsung. Dia cukup melalui humas. Sebab, petugas humas yang akan menjalin komunikasi dengan pihak bank. Kalau pun harus datang ke bank, maka hanya sekadar tanda tangan saja. “Jika bisa malah tanpa ke sana,” ucapnya.

Anggota dewan ini juga mengakui, dijaminkannya SK itu karena pada masa kampanye lalu ongkos yang dikeluarkan cukup banyak. Kendati begitu, dia tak memerinci berapa biaya total yang dikeluarkan. Terbesar, kata dia, untuk biaya konsumsi pendukung dan simpatisan, untuk alat peraga serta ongkos pemasangan, transportasi, serta dana untuk keperluan lain. “Saya tidak sampai pinjam, tetapi untuk menutupi kekurangan, karena beberapa bulan lalu banyak keluar dana,” jelasnya.

Rupanya tak hanya SK yang digadaikan. Salah seorang anggota dewan lainnya mengaku jika bukan SK yang dijaminkannya, melainkan sertifikat rumah. Begitu jadi, anggota dewan yang juga tak mau disebut namanya ini mengatakan, dirinya memilih menggadaikan sertifikat rumah untuk enam bulan ke depan, karena enggan berbarengan dengan anggota dewan yang lain. “Kalau nanti masih gali lubang tutup lubang, baru sertifikat saya tebus dan memasukkan SK. Agar tidak bersamc2/aan dengan yang lain,” ucapnya sembari tertawa. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih