Anak Umi Salmah Embat Sembilan Mobil

Polisi Temukan Data Korban Sebanyak 1.625 Orang

TERBIASA: Umi Salmah (kiri) tersenyum ketika dua anaknya Amin dan Imron dimarahi Kholis yang merupakan korban penipuan penggelapan mobil ketika diinterogasi polisi, kemarin.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Urusan tipu-menipu, Umi Salmah bisa dibilang sukses. Selain sukses jadi bos investasi bodong yang menipu ribuan nasabah, juga sukses mengader kedua anaknya. Kemarin, kedua anaknya bernama Amin dan Imron juga diketahui sukses menipu dan menggelapkan sembilan mobil dari showroom yang ada di Malang.

IKLAN

Hal tersebut terbongkar ketika korban dari Malang, yakni Amin Kholis, datang ke Lumajang bersama ayahnya. Lelaki 25 tahun itu mendatangi tersangka Umi Salmah dan kedua anaknya. “Saya ditipu dengan pura-pura ada pembeli di Lumajang,” ucap Kholis, korban penipuan.

Dia menjelaskan, sebanyak 9 mobil yang ada di showroom-nya dibawa Imron dan Amin. Dalihnya, ada pembeli di Lumajang yang ingin membelinya. “Pengambilan ada 3 tahap. Masing-masing tiga mobil. Mobil dibawa dengan menjanjikan jaminan tanah dan rumah,” katanya.

Amin menipu kembali dengan berdalih ingin memberi rumah kepada Kholis yang ada di perumahan elite kawasan Malang. Namun, hingga saat ini janji itu meleset. “Kerugian kami dari penipuan kedua anak itu adalah 1,1 miliar,” kata Kholis.

“Kali ini, kasusnya dari Umi Salma cs tidak hanya investasi bodong, namun juga penipuan,” ucap Arsal Kapolres Lumajang.

Menurutnya, kasus penipuan yang dilakukan Imron dan Amin ini dengan cara menjanjikan kepada korban bahwa pembayaran yang dilakukan tidak hanya dengan uang, tetapi dengan hal lain seperti membayarnya dengan rumah. “Korban saat ini terus bertambah. Terakhir masuk data ada 1.625 korban,” ucap Kapolres.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara Lumajang tersebut memaparkan bahwa korban yang melapor berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Surabaya dan Malang. Para korban saat ini yang dari Malang akan terus bertambah karena seiring penyampaian berita bahwa adanya posko pengaduan.

Reporter : mg3

Fotografer : mg3

Editor : Hafid Asnan