Ditinggal Ibu ke Kalimatan, Diasuh Nenek yang Juga Miskin

Viral di Medsos, Kisah Pilu Empat Yatim

PILU: Inilah keluarga di Desa Gubrik RT 4/RW 1. Keluarga ini hidup serba kekurangan. Butuh sentuhan lebih dari pemangku kebijakan.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Kucuran berbagai program bantuan pemerintah rupanya masih belum menyentuh semua warga yang berada di bawah garis kemiskinan. Masih banyak ditemukan warga miskin yang belum masuk program pemerintah, termasuk pemerintah daerah (pemda).

IKLAN

Salah satunya adalah empat anak yatim bersaudara Aliya, 12, yang saat ini kelas 5; Alisa, 9, yang saat ini kelas 4; Sifa, 4 ; dan Dela, berusia 2 bulan, yang tinggal RT 4 RW 1 Desa Gubrih, Kecamatan Wringin. Keempat anak ini menjadi yatim setelah ayahnya meninggal. Akhirnya sang ibu harus menghidupi mereka. Namun, keuangan tak mencukupi, si ibu pun nekat merantau ke Kalimantan.

Kala sang ibu bekerja, keempat yatim ini diasuh Hanati, 57, yang merupakan nenek mereka. Menghidupi keempat anak ini membuat keluarga ini sangat memprihatinkan. Mereka tinggal serba kekurangan.

Ada bantuan pemerintah yang menyentuh mereka, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun, itu masih jauh dari kata cukup. “Ibunya sudah tiga bulan ke Kalimantan, namun belum mendapatkan hasil,” jelasnya.

Mereka tinggal di sebuah rumah sangat sederhana yang bagian depannya terbuat dari kayu. Kisah keluarga ini diketahui banyak kalangan karena ada tetangganya yang mengabarkan di WhatsApp Grup (WA). Sungguh pilu kehidupan mereka.

Ana, salah seorang tetangga empat yatim ini adalah orang yang awalnya merasa iba. Dia merasa harus banyak orang tahu agar mereka mendapat bantuan. Karenanya, kisahnya lantas diceritakan sekilas di grup WA. Akhirnya ada beberapa komunitas yang merespons.

Namun respons itu masih sementara. Sebab, butuh perhatian yang simultan untuk empat anak yatim tersebut. Mulai dari sekolahnya sampai pemenuhan kebutuhan hidup. Ketika diperhatikan bersama, harapannya uluran tangan akan semakin banyak dan membuat ringan. “Kami memang ingin mengetuk hati masyarakat luas. Semoga di bulan Ramadan ini menjadi jalan pembuka untuk bersedekah,” terang Ana. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto