Tips Ahmad Fawwaz Selama Ramadan

Sarankan Hafalan Quran Setelah Salat Subuh

BERI SARAN: Ahmad Fawwaz (jas biru) menyarankan agar menghafal Quran setelah salat Aubuh, karena di pagi hari otak lebih fresh.

RADAR JEMBER.ID – Di bulan suci Ramadan, semua umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah. Tak terkecuali bagi kaum muda yang ingin menghafal Alquran. Salah satu contohnya, Ahmad Fawwaz, hafiz cilik yang pernah masuk dalam ajang Hafiz Indonesia di salah satu stasiun televisi nasional.

IKLAN

Dia menjadi penghafal Alquran 30 juz sebelum menginjak usia 10 tahun. Beberapa waktu lalu, Fawwaz datang ke Jember. Dalam pengumuman juara lomba Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Tunanetra se-Jawa Timur pada 19 Mei lalu.

Pemuda yang akrab disapa Fawwaz ini mengaku kagum dengan para peserta difabel tunanetra tersebut. Meski memiliki keterbatasan, namun mereka masih saja semangat menghafal ayat suci Alquran.

“Biasanya saya hanya melihat orang awas saja waktu menghafal Alquran. Tetapi kali ini mereka bisa semangat sekali. Dan itu jarang ditemukan,” tuturnya, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Fawwaz juga berharap, lomba MHQ tunanetra ke depan bisa ditingkatkan lagi. Bisa ditambah jumlah hafalan juznya atau jumlah pesertanya diperbanyak. “Insyaallah tunanetra seluruh Indonesia bisa hafal Quran,” ujarnya, optimistis.

Selain itu, Fawwaz juga memberikan tips-tips menghafal Quran di bulan puasa. Sebab, saat kondisi badan tidak seratus persen, jika ingin mencicil hafalan Quran bisa dibaca di jam-jam tertentu. Semisal setelah salat subuh. Sedangkan untuk murojaah bisa sore sebelum berbuka atau malam hari. Sebab, menurut Fawwaz, di pagi hari pikiran seseorang masih fresh dan kuat. Apalagi, Rasulullah pernah berdoa yang artinya, berkahilah umatku di pagi hari. “Jadi, waktu pagi itu tak hanya kuat menghafal Alqurannya, tapi insyaallah juga dapat keberkahan,” tandasnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih