Permintaan Lele Melonjak Selama Ramadan

POTENSI UNTUNG: Salah satu pembudidaya di Kunir ini sedang memberi pakan pada ikan lele. Para pengelola mulai banyak merasakan keuntungan selama ramadhan

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Diantara budidaya ikan air tawar yang masih survive di Lumajang adalah lele. Ya, sampai kini peluangnya masih unggul dibanding budidaya komoditas lain. Selain pasarnya tersedia lantaran cukup digemari untuk dikonsumsi masyarakat, juga pasar pembibitan masih oke. Elama ramadhan ini, permintaan terus mengalami peningkatan.

IKLAN

Kendati demikian, bukan berarti semua proses budidaya ini semudah membalikkan telapak tangan. Atau diistilahkan bimsalabim abrcadabra. Tetapi butuh proses keahlian juga. “Bisnis lele ini gampang gampang susah asalkan harus paham betul metode dan cara perawatan ikan lele,” ungkap Rudi salah satu pengusaha yang menekuni bisnis lele di Kecamatan Kunir.

Rudi konsisten menekuni bisnis lele mulai tahun 2011 hingga sekarang. Rudi mengisahkan bahwa diawal-awal bisnis lele banyak orang tidak tertarik untuk menekuninya. “Setelah tahu hasilnya, baru kemudian banyak yang ikut-ikutan,” tambahnya.

Di kota kota besar konsumsi ikan lele terus meningkat. Sehingga pasarnya tak pernah redup. Permintaan pasar bahkan terus menanjak. Ikan lele menjadi pilihan banyak orang sebagai pelengkap makanan yang kaya nutrisi dan harganyapun terjangkau.

Meningkatnya jumlah permintaan di alami oleh Rudi terlebih selama ramadhan ini. “Perhari bisa laku antara 10 kilogram sampai 35 kilogram. Itu untuk konsumsi warga sekitar rumahnya, belum lagi yang diambil pedagang,” pungkasnya.

Tak heran jika omzet yang diraup Rudi dari budidaya ikan lele mencapai Rp 18 juta dari penjualan 1,1 ton lele selama ramadhan ini. Saat ini, warga sukosari kecamatan Kunir ini juga memiliki 13 kolam ikan yang siap panen setiap bulan. “Modal paling utama adalah niat dan istiqomah,” pungkasnya. (*)

Reporter : mg2

Fotografer : Istimewa

Editor :