SPBU Hentikan Layanan Setelah Minibus Terbakar

Habis Kulakan, Minibus Habis

GOSONG : Sebuah minibus yang terbakar di depan SPBU Pasirian terlihat hangus dan mengosong. Insiden kebakaran ini baru bisa dipadamkan setelah dibantu warga

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Kebakaran hebat kemarin malam tak dapat dihindari di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pasirian. Sebuah minibus sampai gosong tinggal bangkainya. Sontak peristiwa kebakaran itu seketika membuat heboh dan menyebabkan jalur lumpuh.

IKLAN

Kepanikan tidak hanya pada warga sekitar yang rumahnya dekat dengan minibus terbakar. Namun, sejumlah pengendara yang malam hari itu akan melintas terpaksa harus berhenti. Bahkan sebagian banting setir untuk menghindari kobaran api yang begitu besar.

Memang kejadian itu tak sampai memakan korban jiwa. Namun, petaka sekitar pukul 20.30 Wib itu membuat banyak orang panik. Termasuk pengelola SPBU. Karena lokasinya tidak jauh dari SPBU. Hanya berjarak ratusan meter.

Seorang pengendara motor yang sempat menyaksikan peristiwa kebakaran menjelaskan kejadiannya sangat cepat. Sesaat setelah mengisi BBM di SPBU Pasirian, awalnya biasa-biasa saja. “Seketika itu kaget setelah mendengar adanya semacam ledakan,” ungkap Adiarto Hendro.

Berselang hitungan detik, warga lain yang habis mengisi BBM juga mengaku mendengar teriakan adanya kebakaran yang tidak jauh dari lokasi. “Baru mengisi BBM, mau pulang, tiba-tiba kaget ada seperti ledakan gitu. Juga ada yang teriak-teriak kebakaran. Saya menoleh ke belakang, ternyata kobaran api sudah membesar,” katanya di lokasi kejadian tadi malam.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, mobil dengan nomor polisi N 1876 yang meledak itu diketahui baru saja mengisi bahan bakar. Yakni milik Prakoso Ahmad, warga 26 tahun asal Padang. Korban hanya mengalami luka ringan yang langsung dilarikan ke Puskesmas Pasirian untuk menjalani perawatan.

Saat api berkobar warga sekitar dengan alat seadanya langsung berusaha memadamkan. Dengan memakai timba dan mengambil air di selokan aliran sungai. Puluhan orang bergantian memadamkan api yang melahap minibus. Sekitar 1 jam api berhasil dipadamkan. Baru kemudian mobil pemadam kebakaran datang.

Petugas langsung melakukan penyemprotan air di seluruh badan mobil. Bahkan tangki bahan bakar mobil juga disemprot di aliri air dari selang mobil pemadam kebakaran. Upaya itu dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi api susulan. Selama kurang lebih 2 jam itu jalan di sepanjang SPBU sempat mengalami kemacetan panjang.

Bahkan petugas kepolisian dibantu warga berusaha mengarahkan para pengendara untuk mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas tidak jauh dari lokasi kebakaran. Hasil pantauan, kini lokasi tempat mobil minibus terbakar sudah terpasang garis polisi.

Supriyono sempat merasa khawatir dengan kebakaran yang kobaran apinya begitu hebat. Apalagi tepat dibelakang mobil mini bus yang terbakar ada sebuah truk besar yang kemungkinan saat itu api bisa menjalar.

Bahkan kabel listrik juga tepat berada diatas kobaran api yang tidak jauh berdekatan dengan pom pengisi bahan bakar. “Melihat kobaran apinya sangat besar. Apalagi sebelah mobil yang terbakar ada warung, belakangnya ada truk. Kabel-kabel juga,” ungkapnya khawatir.

Akibatnya, pelayanan SPBU Pasirian malam itu langsung dihentikan. Tidak ada aktivitas pelayanan. Sampai-sampai lampu SPBU dipadamkan untuk menghindari korsleting listrik dampak api yang melelehkan kabel listrik. (*)

Reporter : mg2

Fotografer : Istimewa

Editor :