CPNS, Diuji Selama Satu Tahun

Awas, Masih Bisa Dicoret

TERIMA SK: Sebanyak 266 CPNS saat menerima SK CPNS di halaman Pemkab Bondowoso

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Sebanyak 266 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menerima SK pengangkatan di halaman Pemkab Bondowoso, kemarin (27/5). Selanjutnya mereka akan mulai bekerja sesuai dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) Pemkab Bondowoso. Setelah menerima SK, sebanyak 266 orang itu tidak langsung menjadi PNS, melainkan diuji selama 1 tahun lebih dahulu. Jika tidak lolos ujian setahun, CPNS bisa dicoret.

IKLAN

Bupati Salwa Arifin mengatakan, para CPNS ini adalah orang-orang pilihan. Mereka telah melalui proses seleksi yang panjang. Bupati menjamin proses seleksi itu diselenggarakan secara kompetitif, adil, objektif, dan transparan. “Bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” jelasnya.

Bupati menegaskan, setelah CPNS mendapatkan SK, selanjutnya mereka akan bekerja di titik penempatan masing-masing. Selama setahun ini, CPNS harus membuktikan jika mereka adalah putra-putri terbaik bangsa.

Selama percobaan satu tahun menjadi CPNS, sebanyak 266 orang ini akan menjalani pendidikan dan pelatihan dasar untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, dan inovasi. “Nanti akan ada evaluasi dari segi kecakapan, budi pekerti, sampai kesehatan,” terangnya.

Jika dianggap cakap, maka CPNS ini akan diangkat menjadi PNS. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka ada kemungkinan tidak dapat diangkat atau bahkan bisa diberhentikan sebagai CPNS. Oleh karenanya, para CPNS harus menunjukkan kinerja selama satu tahun. Misalnya menerapkan nilai-nilai budaya kerja aparatur, memelihara integritas dan wibawa sampai meningkatkan moral dan keimanan.

Bupati berharap, CPNS menjadi orang yang smart, berwawasan global, dan menguasai teknologi. Itu semua agar dapat menjawab tantangan zaman. Seorang CPNS harus memiliki tekad untuk menjadi aparatur yang bersih dan berwibawa. Selain itu, yang harus dipahami adalah ASN itu adalah pelayan masyarakat. “Maka harus mampu menempatkan diri sebagai pelayan atau abdi masyarakat yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Agung Trihandono mengatakan, sebanyak 266 CPNS ini adalah mereka yang dari tenaga guru, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan. Harapannya, jika guru mereka adalah CPNS yang sudah melalui seleksi dengan passing grade yang tinggi. “Tentunya harapan kami bisa meng-update peserta didik. Begitu juga teman-teman kesehatan, harapannya persoalan Pemkab Bondowoso seperti stunting dan AKA-AKI bisa ditekan dengan tenaga yang masih fresh,” tegasnya.

Mengenai tanggal mulai kerja, mereka akan bekerja pada 1 Juni 2019. Sebab, pemkab sudah menyiapkan anggaran untuk gaji CPNS di masing-masing satuan kerja (satker). (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Narto