Pasar Ditutup, Malah Dagang di Luar

PINDAH KE PINGGIR JALAN: Sejumlah pedagang memutuskan berjualan di pinggir jalan raya, setelah adanya imbauan bupati Jember mengenai penutupan pasar dan pusat perbelanjaan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Instruksi Bupati Jember dr Faida MMR menegaskan bahwa kawasan pasar dan pusat perbelanjaan ditutup hingga tanggal 29 Mei mendatang, sebagai langkah pencegahan persebaran pandemi Covid-19. Salah satunya dilakukan di Pasar Jenggawah, yang tiap hari dipadati masyarakat setempat.

IKLAN

Namun meskipun pasar tradisional Jenggawah sudah ditutup, masih saja ada pedagang yang nekat berjualan. Bahkan mereka yang biasa berjualan di dalam pasar, justru pindah ke bagian luar, bahkan hingga ke tepi jalan raya.

Sejumlah masyarakat mengaku tidak tahu adanya instruksi penutupan pasar tersebut. Salah satunya Leha, 37, warga Dusun Darungan, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, yang berbelanja ke Pasar Jenggawah, kemarin (26/3). “Biasanya habis Lebaran saya cari sayuran buat dimasak,” akunya.

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Jember, pintu masuk di pasar tampak ditutup dan digembok, termasuk pintu utama. Alhasil, ada saja pedagang yang menggelar barang dagangannya hingga meluber ke pinggir jalan.

Sebagai informasi dalam edaran yang dikeluarkan Pemkab Jember, bupati menginstruksikan penutupan sementara pusat perbelanjaan dan pasar tradisional hingga tujuh hari setelah Idul Fitri. Tepatnya mulai tanggal 23-27 Mei. Selama penutupan tersebut petugas akan melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai