Serunya Bermain Papan Luncur saat Tunggu Waktu Sahur

TETAP BERLATIH: Kendati di bulan Ramadan, Djember Skateboard tetap rutin berlatih. Namun waktu yang dipilih bukan siang hari, melainkan malam hingga menjelang sahur.

RADARJEMBER- Di saat Ramadan seperti sekarang ini, biasanya penggemar olahraga mengubah jadwal latihan mereka pada malam hari. Termasuk yang dilakuan oleh Komunitas Djember Skateboard. Jika biasanya mereka latihan sore, pagi di tiap hari Minggu, namun di bulan puasa ini pecinta olahraga ekstrem tersebut menggeser jadwal latihan mereka malam hari hingga waktu menjelang sahur.

IKLAN

Wakil Komunitas Djember Skateboard Robby Ahisti Fauzi mengatakan, latihan bersama malam hari ini bertujuan untuk menghindari sengatan matahari. Maklum, karena sebagian besar anggota olahraga papan luncur itu tengah melaksanakan ibadah puasa. “Kami tiap malam latihan di alun-alun. Minimal 10 orang berlatih papan luncur atau skateboard,” ungkap Robby.

Dikatakan Robby, Djember Skateboard berdiri tahun 2004 lalu. Saat ini anggotanya 80 orang. Bagi pecinta skateboard, ngumpul bareng bukanlah hal mudah karena mereka disibukan oleh rutinitas keseharian. Seperti bekerja di kantor atau perusahaan. “Baru kalau ada kesempatan bisa latihan ramai-ramai seperti malam hari ini. Kalau sudah asyik main skateboard sampai lupa waktu,” jelas alumni SMKN 3 Jember yang bekerja sebagai bartender tersebut.

Terampil bermain papan luncur itu tidaklah mudah. Robby mengungkapkan, karena harus bermodalkan keberanian luar biasa. Sebab saat latihan cedera tangan kerap dialami. Oleh karena itu, butuh ekstra hati-hati untuk meminimalisir risiko kecelakaan. “Saya butuh waktu satu tahun baru bisa menguasai permainan skateboard. Itupun harus latihan rutin tiap hari,” ujarnya.

Semenjak Djember Skateboard terbentuk, komunitas tersebut telah meraih sukses merebut berbagai kejuaraan di Bali dan di Jakarta. Bahkan prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh pecinta skateboard Jember. Karena mereka berhasil menyabet juara internasional di Malaysia. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih