Servis Kendaraan Meningkat sampai 200 Persen

Ramainya Bengkel Jelang Lebaran

SERVIS TOTAL: Suryadi, montir di bengkel daerah Jl Ahmad Yani mengecek kendaraan yang jelang Lebaran diserbu calon pemudik agar perjalanan ke kampung halaman nyaman dan aman.

RADAR JEMBER.ID – Pria berambut jabrik itu tampak sibuk melihat sisi kolong mobil. Berada basement super mini, dia memperhatikan besi-besi penyangga roda di mobil. Jika ada yang kurang beres, maka kunci kombinasi super besar langsung menyambar baut-baut untuk segera diperbaiki. Dua roda di depan dan dua roda di belakang juga tak luput dari perhatian pria yang bernama Suryadi itu.

IKLAN

Tugas Suryadi tidak selesai di ruangan basement super mini itu. Dia ke lantai dasar untuk melihat layar monitor berukuran 14 inci tersebut. Layar tersebut hanya berisi angka, tulisan, serta warna hijau dan merah. “Hijau ini roda bagian kiri, sedangkan merah itu roda bagian kanan,” imbuhnya.

Layar komputer menunjukkan tidak ada masalah lagi, lantas Suryadi mencoba mobil MPV tersebut di jalanan. Dia keliling mulai dari Jl Trunojoyo – Jl Sultan Agung – dan finis di Jl A Yani. “Walau di layar komputer sudah oke, tapi harus dicoba dulu. Dirasakan kaki-kakinya seperti apa. Cara-cara manual seperti itu harus dilakukan karena kaki-kaki ini penting. Apalagi, nanti mobilnya dipakai untuk mudik Lebaran,” tuturnya.

Masuk bulan puasa, kata dia, mulai ada peningkatan mobil yang masuk. Bahkan, satu minggu sebelum Lebaran biasanya puncaknya mobil keluar masuk bengkel. “Normalnya setiap hari itu ada lima mobil. Peningkatan jelang Lebaran itu per hari bisa sampai 9-10 mobil. Paling banyak itu bisa 12-15 mobil dalam sehari,” katanya. Jadi, kenaikannya bisa sampai 200 persen dibanding hari biasanya.

Belasan mobil dalam sehari, untungnya bisa teratasi. “Mereka datang tidak sore hari dan secara bersamaan. Ada yang pagi dan siang,” imbuhnya. Bengkel mobil tempat Suryadi kerja bukan bengkel mesin. Bengkelnya khusus ganti ban, spooring, tire, balancing. Pokoknya memperbaiki kaki-kaki mobil.

Memadukan antara memperbaiki kaki mobil dengan cara manual dan lewat teknologi, bagi Suryadi wajib dilakukan. Sebab, kaki-kaki mobil ini ibaratnya inti dari keselamatan berkemudi. “Kalau mesinnya trouble, mobil bisa berhenti aman. Tapi kalau kaki-kaki bermasalah, enak-enak ngebut dan tidak bisa dikendalikan bisa jadi kecelakaan,” tuturnya.

Karena itu, kata dia, banyak orang-orang yang bepergian jauh, termasuk mudik Lebaran, mempersiapkan kaki-kaki mobil. Cara mengecek kaki itu dalam kondisi oke atau tidak, tambah dia, dari ban dan getaran mobil. “Kalau bannya habisnya tidak rata, hanya beberapa sisi saja. Itu tanda ada yang kurang beres di kaki-kaki. Sewajarnya per lima ribu kilometer itu sudah di-spooring,” katanya.

Sementara itu, Firman pemilik mobil datang jauh-jauh dari Bondowoso ke Jember untuk ganti ban dan sekaligus spooring. “Di Bondowoso tidak ada ban untuk mobil Kijang LGX,” katanya. Dia mengganti ban karena untuk persiapan keliling ke rumah-rumah sanak keluarga. Walau dia tidak mudik jauh, hanya keliling sekitaran Bondowoso, tapi dia ingin mobilnya fit, lantaran membawa keluarga. “Kaki-kaki jantungnya keselamatan kalau naik mobil. Apalagi bawa keluarga,” imbuhnya.

Tidak hanya bengkel mobil yang ramai, bengkel motor juga demikian. Namun, kondisi yang berbeda biaya servis motor jauh lebih terjangkau daripada mobil.

Ahmad, pemilik bengkel motor di Jalan Belitung mengaku, mulai terasa ada peningkatan jelang Lebaran. Servis motor, kata dia, rata-rata adalah ganti oli dan tune up.

Dia mengaku, pemilik motor mengedepankan laju motornya nyaman. Padahal, ban, rantai, lampu sein, dan rem itu penting. “Servis motor ini tidak hanya sekadar ganti oli dan stel karburator saja. Bagian roda itu juga penting,” pungkasnya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono