Patut Kita Contoh

BUKA PUASA BARENG: Tiga siswa tampak asyik menikmati menu buka puasa yang disiapkan secara khusus oleh para guru, orangb tua, dan siswa TK SD Rukun Harapan. Mereka kemarin menyiapkan 800 porsi takjil untuk warga dan sebagian dinikmati bersama dengan para siswa SD Al Baitul Amin 02.

RADARJEMBER.ID – Apa kata para guru tentang aksi kemarin? Kepala TK Rukun Harapan, Anggun mengungkapkan, siswa TK-SD Rukun harapan sudah biasa menghadapi perbedaan agama. Maklum, di sekolahnya ada banyak siswa dengan agama yang berbeda. Meski, diakuinya, mayoritas siswa di Rukun Harapan adalah non muslim. Namun, toleransi sangat menonjol di sekolah itu.

IKLAN

Hal serupa disampaikan Kepala SD Rukun Harapan, Sarinah. Kata dia, kebiasaan itu membuat mereka cepat adaptasi. Termasuk saat para siswanya bertemu dengan siswa-siswi SD Al Baitul Amin 02 kemarin, langsung bisa membaur. Perbedaan agama dan keyakinan tidak menjadi penghalang siswa untuk tetap belajar bersama dan berlomba-lomba dalam hal kebaikan.

“Di sekolah kami sudah biasa. Bahkan, komite di TK-SD Harapan rata-rata adalah warga Tionghoa. Sehingga anak-anak pun bisa langsung berkumpul berbaur sekalipun dengan siswa muslim dari asal sekolah yang lain,’’ katanya.

Toleransi agama, menghormati perbedaan, lanjut Sarinah, sudah ditanamkan kepada anak-anak di sekolah. Sehingga, saat mereka ikut di acara di Jawa Pos Radar Jember, mereka juga tetap sama. “Saling menghormati perbedaan dan tidak mempersoalkan perbedaan itu,” imbuh Anggun, kepala TK Rukun Harapan yang ditemani seorang ibu dari Yayasan Rukun Harapan, Lani Tejo.

TK-SD Rukun Harapan  menurutnya juga rutin membagikan takjil saat Ramadan. Itu dilakukan guna menunjukkan bahwa seluruh siswa dan keluarganya dari agama yang berbeda akan tetap menjadi satu yaitu Indonesia.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SD Al Baitul Amin 02 Lira Fajarwati mengungkapkan, siswa di sekolahnya selama Ramadan juga diajarkan pentingnya toleransi dan menghargai perbedaan agama. “Di sekolah kami juga melakukan acara pondok Ramadan. Ada bakti sosial juga. Kali ini kami bisa membaur dengan siswa dari sekolah lain dan melakukan bakti sosial,” ucapnya.

Dengan acara di Radar Jember, menurutnya akan semakin memberikan pengalaman bagi siswa untuk saling menghargai perbedaan. “Para siswa sangat akrab. Ini sebenarnya yang patut untuk kita contoh. Bahwa perbedaan itu bukanlah penghalang untuk selalu hidup rukun berdampingan,” tegasnya seraya menyebut, siswanya juga diperkenalkan dengan film-film perjuangan Islam dan pejuang Negara Indonesia saat pondok Ramadan.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : MS Rasyid