Masjid Sunan Kalijaga Tegalboto

Candradimuka Perjuangan Gembleng Mahasiswa

PENGAJIAN BERSAMA: Beberapa mahasiswa pengurus Masjid Sunan Kalijaga menggelar pengajian rutin.

RADAR JEMBER.ID – Bagi Aam Waro Panotogomo, mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej), Masjid Sunan Kalijaga adalah masjid perjuangan bagi mahasiswa. Mungkin, julukan itu juga sudah cukup terkenal di kalangan mahasiswa kampus Universitas Jember.

IKLAN

Masjid Sunan Kalijaga yang terletak di Jl. Kalimantan nomor 13 Krajan Timur, Sumbersari, Jember, ini memang terkenal dengan masjid perjuangan bagi mahasiswa. Masjid yang didirikan oleh sesepuh NU almarhum KH Muchit Muzadi ini memiliki beberapa kamar kos di dalamnya. Pengalaman pemuda yang biasa dipanggil Aam ini, masjid ini menjadi tempat dirinya tinggal dan mengabdi selama ini di Jember.

“Dulu pertama kali ke Jember, saya bingung mau tinggal di mana. Kalau ada masjid ya saya mampir ke masjid. Ya, akhirnya ke masjid Sunan Kalijaga ini,” tutur pemuda yang akrab disapa Aam ini. Seiring berjalannya waktu, Aam mengatakan dirinya ingin tinggal di masjid. Kebetulan di masjid Al Hikmah Unej juga menyediakan tempat tinggal beberapa mahasiswa. Namun, sayangnya waktu pertama kali datang ke Jember, masjid Al Hikmah saat itu sudah penuh.

Alhamdulilah, di Masjid Sunan Kalijaga masih ada kamar. Ya, semacam kamar kos gitu,” kata mahasiswa asal Jombang ini.

Aam mengaku, dulunya dia sempat diberi pesan oleh kedua orang tuanya. Kalau bisa tinggal di masjid dekat kampus. “Awalnya saya juga sudah kagum dengan Kiai Muchit,” ucap Aam.

Lama-kelamaan, ada rekan yang senasib seperti Aam. Sebab, tidak semua mahasiswa bisa tinggal di sana. Mahasiswa itu berlatar belakang mahasiswa yang tidak mampu dan berdedikasi tinggi ingin mengurus masjid. Kini ada lima mahasiswa yang tinggal di sana dengan tiga kamar tidur.

“Sebelumnya ada Gus Alfian yang menanyai mahasiswa itu. Pernah mengurus masjid apa belum, pernah mondok apa belum,” jelas Aam. Sebab, Mbah Muchit semasa hidupnya selalu memberikan nasihat perjuangan pada kehidupan berbangsa dan agama.

“Beliau selalu mewariskan perjuangan kepada bangsa ini,” imbuhnya. Selain terus bergantian dengan rekan-rekannya menjadi pengurus masjid, seperti membersihkan seluruh bagian masjid, sampai menyiapkan fasilitas masjid sehari-harinya. “Kalau yang kuliah ya kuliah. Kalau yang tidak kuliah bisa bantu-bantu membersihkan pelataran masjid. Kita saling mengisi saja,” kata Aam.

Aam bersama rekan-rekannya juga kerap kali bertemu dengan tokoh-tokoh nasional saat mampir ke masjid tersebut. “Setidaknya di sini kami terjaga tentang lebih menjaga sikap amaliyah. Alumnus masjid ini dan kami juga jelas ingin meniru tokoh perjuangan. Ya, tokoh perjuangan soal agama,” katanya.

Beberapa alumnus Masjid Sunan Kalijaga kini sudah banyak yang terbilang sukses. Seperti sudah menjabat Kepala Biru SDM Bapenas maupun Direktur salah satu bank syariah di Jabodetabek dan Lampung. “Mungkin berkahnya mengabdi di masjid,” pungkas Aam. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Rangga Mahardika