Polisi Obrak-abrik Balap Liar

BIKIN RESAH: Seharusnya, anak-anak ini menjaga jarak, tapi malah bergerombol untuk menonton balap liar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang berbuka selalu identik dengan ngabuburit. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, sambil menunggu berbuka puasa, biasanya digunakan untuk ngaji, mancing, atau bermain bola.

IKLAN

Namun, banyak anak menghabiskan waktu dengan balapan liar di Ajung. Beberapa jam setelah dimulai balapan liar, mereka pun semburat setelah polisi datang ke lokasi.

Operasi balap liar itu dipimpin Kabag Ops Polres Jember Kompol Idam Kholid dan AKP Eko Basuki (Kasat Sabhara Polres). Operasi juga dibantu tim Alap-alap Sat Sabhara dan tim Bag Grabag Reskrim Polsek Jenggawah. Ratusan peserta balap liar termasuk penonton tidak bisa kabur karena polisi sudah mengepung dari arah selatan dan utara pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 17.00 wib.

Akibat gerebekan mendadak tersebut, banyak peserta balap liar dan penonton yang kabur ke tengah jagung dan kebun tebu di sekitar Bandara Nonohadinegoro, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung. ”Balap liar ini sudah mengganggu pengguna jalan yang akan melintas. Bahkan, pengguna jalan yang menggunakan mobil tidak bisa lewat,” kata Kabag Ops Polres Jember Kompol Idam Kholid.

Dari hasil operasi itu, polisi mengamankan puluhan kendaraan sepeda motor. Yang paling banyak kendaraan yang tidak dilengkapi surat. ”Bahkan, banyak motor yang sudah dimodifikasi,” ujarnya.

Seharusnya, mereka tidak usah balap liar seperti ini. Apalagi pemerintah sekarang gencar mencegah persebaran wabah korona. ”Ini kok malah kumpul-kumpul. Kegiatan balap liar ini sudah meresahkan warga sekitar dan pengguna jalan yang akan melintas di jalur itu,” paparnya.

Untuk kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat, pihaknya akan berkoordinasikan dengan satreskrim. Sementara itu, kendaraan tanpa surat tetap amankan di polres sebagai barang bukti.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono