Penumpang Pesawat Turun Drastis

Okupansi 15 Persen, Terbang Dua Hari Sekali

TAK SERAMAI DULU: Sejumlah penumpang baru turun dari pesawat di Bandara Notohadinegoro, awal Januari lalu. Wabah korona berdampak terhadap okupansi. Jika sebelumnya mencapai 80 persen, kini hanya 15 persen dari total kursi yang tersedia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wabah virus korona atau Covid-19 berdampak hampir ke semua sektor, termasuk tingkat okupansi penumpang transportasi udara. Bahkan, angka penurunannya anjlok di angka 15-20 persen dari total ketersediaan kursi. Padahal sebelumnya tingkat okupansi pesawat di Bandara Notohadinegoro bisa mencapai hingga 80 persen.

IKLAN

Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo mengatakan, penurunan penumpang itu disebabkan merebaknya wabah Covid-19 sehingga berdampak terhadap mobilitas masyarakat. “Penumpang yang datang dari Surabaya biasanya sekitar 70-80 persen. Dampak korona ini turun sampai 15-20 persen saja,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kondisi serupa juga terjadi untuk perjalanan Jember menuju Surabaya. Edy menjelaskan, jika sebelumnya dalam sehari rata-rata penumpang yang menggunakan pesawat tujuan Surabaya mencapai 75-90 persen, sekarang ini tinggal 20 persen saja. “Penurunan penumpang ini sudah terjadi dua mingguan, sejak ada virus korona,” ungkapnya.

Bandara Notohadinegoro kini hanya melayani satu rute dengan maskapai tunggal. Yakni Wings Air dengan tujuan Jember-Surabaya PP. Tetapi, sejak merebaknya virus korona tersebut, pihak maskapai memutuskan untuk tidak melayani penerbangan setiap hari seperti biasanya. “Sehari terbang sehari cancel. Seperti hari ini (kemarin, Red) cancel. Kalau sebelumnya (27/3) terbang,” imbuhnya.

Jadwal penerbangan dua hari sekali tersebut sejauh ini masih diberlakukan. Mengingat, semakin tingginya virus korona di beberapa kabupaten atau kota. Bahkan ibu kota Jawa Timur, Surabaya, sudah menjadi zona merah Covid-19. Begitu juga dengan Bandara Juanda yang berada di Kabupaten Sidoarjo, sama-sama sudah menjadi zona merah.

Sebenarnya, menurut Edy, Bandara Notohadinegoro sudah menjalankan langkah-langkah pencegahan korona sesuai petunjuk dari kantor otoritas bandara. Seperti melakukan pengecekan suhu badan penumpang, baik yang akan berangkat maupun kedatangan. “Di bandara juga ada posko dinas kesehatan bagi para penumpang yang datang dan berangkat,” lanjutnya.

Selain itu, otoritas bandara setempat juga menyediakan hand sanitizer di ruang check in, keberangkatan, serta kedatangan. Seluruh personel airline juga dilengkapi alat pelindung diri (APD), seperti masker dan sarung tangan. “Batas antrean check in juga diberi tanda jarak satu meter. Kursi ruang tunggu juga diberi jarak kurang lebih satu meter,” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih