PMII Tuntut Realisasikan Janji Kampanye Sambil Peringati Tragedi Salim Kancil

GAMBARAN KESADISAN : Sejumlah mahasiswa yang melakukan teatrikal saat aksi di depan kantor pemkab Lumajang. Mereka menggabarkan kesadisan pelaku kejahatan di Lumajang

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Baru dua hari berdinas, Bupati Lumajang sudah kedatangan pendemo. Aksi yang digelar Aliansi Komisariat PMII se Lumajang itu menuntut pemerintah segera merealisasikam janji-janji program. Aksi itu juga digelar untuk melawan lupa pada tragedi berdarah Selok Awar-awar.

IKLAN

Masa yang diperkirakan hampir mencapai 100 mahasiswa itu bergerak dari Stadion Lumajang. Sekitar pukul 10.30 mereka tiba di depan kantor Pemkab Lumajang.

Usai orasi, mereka menggelar teatrikal yang menggambarkan tragedi Salim Kancil, dan menggambarkan aksi kejahatan yang selama ini terjadi di Lumajang. Termasuk mahalnya pendidikan.

Orator aksi, Setioso Lestanto menyuarakan tuntutannya. Mahasiswa IAIS Syarifudin mengatakan, aliansi PMII Komisariat se Lumajang meminta bupati segera merealisasikan janji-janji programnya. Termasuk dalam hal menjaga keamanan daerah. “Kedua, aliansi meminta agar bupati merealisasikan program tentang pendidikan.
Keiga aliansi meminta bupati Lumajang merealisasikan program infrastruktur. Dan
Keempat meminta Bupati Lumajang mengelola tambang pasir untuk berpihak pada kepentingan Lumajang. Bukan untuk kepentingan elit,” ucapnya berorasi di depan Bupati.

Sementara itu, H Thoriqul Haq MML, Bupati Lumajang yang hadir di tengah-tengah pendemo menegaskan jika dirinya baru dua hari bekerja. Dia mengatakan, siapapun yang menyuarakan aspirasi, dia berjanji untuk datang. “Saya siap berdialog dengan teman-teman semua. Kita sama-sama berdiri diterik panas matahari,” ujarnya.

Cak Thoriq, sapaan akrabnya, menyatakan komitmen sedalam-dalamnya untuk merealisasikan 20 janjinya semasa kampanye. “Saya terimakasih diingatkan terus karena perjuangan menepati janji tidak mudah,” ungkapnya.

Bupati Lumajang Thotiq menemui saat menemui.pendemo

Dia menegaskan, apapun yang jadi kepentingan rakyat Lumajang, dia tak mau ambil pusing. Termasuk yang menyangkut pasir dan menjadi topik hangat peringatan Salim Kancil. “Sebagai bupati saya juga keberatan dan tidak cocok dengan tata kelola pasir yang orang Lumajang saja belinya mahal. Sekarang sedang menata.
Insyaallah pasir bagi warga Lumajang akan lebih murah. Saya tidak ingin pasir itu dikuasai oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Usai menanggapi mahasiswa, Cak Thoriq menyarankan agar mahasiswa kembali belajar dan berjuang serta tetap mematuhi aturan selama demo. (*)

Reporter : Hafid Asnan
Fotografer : Hafid Asnan
Redaktur : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :