Sosialisasi Pernikahan Dini via Film Pendek

PRO AKTIF: Banyaknya pernikahan dini membuat kalangan  mahasiswa ikut prihatin. Mereka pun memiliki gagasan turun ke sekolah, dengan sosialisasi soal perkawinan.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Begitu mengetahui angka pernikahan dini mencapai kisaran angka 10 persen (berdasarkan hasil analisis situasi di Desa Darsono, Kecamatan Arjasa), puluhan mahasiswa melakukan sosialisasi.

IKLAN

Kebetulan, mahasiswa ini adalah peserta program Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) kelompok 4, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Jember. Mereka pun turun ke sekolah-sekolah melakukan upaya pernikahan dini.

Salah seorang mahasiswa PBL, Putra Wijaya Sakti mengatakan, bersama beberapa mahasiswa lainnya sepakat untuk mendatangi lembaga pendidikan di Desa Darsono. Seperti SMP Negeri 3 Arjasa dan MTs Sa’adah Holili. Misinya, memberikan pemahaman resiko dari pernikahan dini.

“Kami pilih siswa SMP, karena di Desa Darsono ini tidak sedikit dari mereka berumur 16 tahun melaksanakan pernikahan dini. Bahkan telah memiliki anak,” ungkap Putra.

Dalam memberikan sosialisasi kepada pelajar SMP itu, mahasiswa FKM Universitas Jember, memutar film pendek sehingga mudah dipahami dan dimengerti.

“Masyarakat desa masih awam tentang apa itu pernikahan dini, karena itu diharapkan setelah mengikuti sosialisasi tersebut siswa di kedua sekolah itu tidak lagi menikah di usia muda.

Sementara Dewi Rokmah, dosen pembimbing mahasiswa PBL di Desa Darsono, Kecamatan Arjasa memaparkan, selain berdampak terhadap kesehatan, pernikahan dini ikut mempengaruhi pshikologi ibu rumah tangga berusia muda.

“Dari sisi kesehatan pernikahan dini tidak bagus. Karena bisa memicu timbulnya komplikasi penyakit. Apalagi saat ibu muda ini tengah hamil dan anak yang dilahirkan nantinya akan mengalami kurang gizi. Berat bayi di bawah normal dan tidak menutup kemungkinan bayi mengalami stunting,” tegas Dewi. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono