Kombinasikan Hadrah dan Rock

KONSEP BARU: Kelompok musik Hadrah yang dipadu dengan musik ber-genre rock ini muncul di Kecamatan Jenggawah.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Di Dusun Krajan, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, keberadaan kelompok musik Hadrah terdapat dimana-mana. Kebanyakan musik Hadrah tersebut beraliran Al Banjari, sehingga ada kemiripan satu sama lain.

IKLAN

Namun di tangan Muhammad Affan, salah seorang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum, Wonojati  Jenggawah, musik Hadrah dimodifikasi sedemikian rupa maka lahirah Hadrah Rock (Hadrock).

“Hadrock sesuai namanya merupakan kolaborasi antara musik Hadrah dan Rock. Hal ini untuk menghilangkan kejenuhan masyarakat terhadap musik Hadrah,” tandas Affan.

Ide memunculkan Hadrock dimulai bulan Agustus tahun 2018 lalu. Putra Kyai H. Muh. Husein  Fauzi itu tidak serta merta begitu saja bisa mengawinkan dua aliran musik tersebut.

“Sebelum menggabungkan Hadrah dan Rock, saya pernah mencoba menyatukan musik Hadrah dan Dangdut dan hasilnya tidak maksimal,” ungkap Affab, alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini.

Dalam perkembangannya, kini Hadrock Mambaul Ulum mulai dikenal dan diminati oleh masyarakat Jember bagian selatan seperti di Kecamatan Jenggawah dan Kecamatan Ambulu.

“Hadrock Mambaul Ulum  ini memiliki personil 17 orang. Kerapkali membawakan lagunya Ahmad Dhani dan Dewa 19,” imbuhnya.

Terkadang di atas panggung, Hadrock ini tidak sekadar membawakan lagu, namun juga mampu menampilkan musikalisasi puisi dan teatrikal. Maklumlah sebagian besar personil kelompok ini merupakan pemain teater. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Hadi Sumarsono