Ingatkan Pelajar SMP Tidak Naik Motor

ANTUSIAS: Hari Pujianto, dari Dinas Perhubungan Kabupaten Jember memberikan pertanyaan pada murid SMP Katolik Santo Petrus seputar keselamatan jalan.

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Angka kecelakaan di Kabupaten Jember cukup tinggi. Data dari Satlantas Polres Jember, ada 230 kecelakaan dan melibatkan pelajar.

IKLAN

Melihat kondisi seperti ini, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Wilayah XI Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Jember mengadakan sosialisasi keselamatan jalan di SMP Katolik Santo Petrus Jember, beberapa waktu lalu.

Joko Pratomo, Kasi Lalu-Lintas Jalan (LLJ), BPTD Wilayah XI Jawa Timur menegaskan, melalui sosialisasi tersebut diharapkan pelajar bisa menjadi agen keselamatan jalan tidak sebatas di sekolah tapi juga di lingkungan tempat tinggalnya.

“Sasaran sosialisasi keselamatan jalan ini pelajar SMP, karena masih banyak pelajar SMP ke sekolah membawa sepeda motor. Ini berbahaya sekali karena mereka belum cukup umur, secara aturan pelajar SMP tidak boleh mengendarai sepeda motor di jalanan,” tegas Joko.

Sementara itu Heru Pujianto, Kasi Bimbingan Keselamatan Transportasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember mengatakan, peran orangtua sangatlah penting untuk memberikan pemahaman keselamatan jalan kepada anak di bawah umur.

“Kepada orangtua sebisa mungkin untuk tidak memperbolehkan anak mereka di bawah umur  menaiki sepeda motor. Jika itu dilakukan oleh orangtua maka bisa meminimalisir angka kecelakaan pelajar di Kabupaten Jember,” kata Heru.

Di bagian lain Mateus Sarjiya, Kepala SMP Katolik Santo Petrus Jember mengungkapkan, sosialisasi keselamatan jalan tersebut bisa menggugah kesadaran murid  di sekolah itu untuk mematuhi aturan lalu-lintas. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Hadi Sumarsono