Era Industri 4.0, Santri Harus Melek Teknologi

MOTIVASI SANTRI: Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia Busro Abadin

RADARJEMBER.ID, JEMBER- Presidium Nasional Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia, Busro Abadin mengungkapkan, di kemeriahan HUT ke-73 Republik Indonesia kaum santri tidak boleh gagap teknologi (gaptek). Meski di sela-sela kesibukan utamanya, yaitu kajian agama, lantas bukan menjadi alasan malas belajar teknologi.

IKLAN

“Kecanggihan teknologi saat ini sangat luar biasa dan sudah bergerilya dalam kehidupan, khususnya kalangan generasi milenial. Maka kecanggihan teknologi berdampak pada peran pemuda dalam membangun negeri. Terlebih sebagai seorang santri,” jelasnya, dalam keterangan tertulis.

Santri yang terkenal kelompok sarungan, bukan berarti membuat minder diri sendiri. Bahkan, tak jarang ada yang sampai pindah sekolah. “Patut disyukuri bahwa Indonesia adalah negara yang aman dan stabil. Karena indonesia ada karena pebedaan,” imbuh pemuda yang tercatat sebagai mahasiswa di STAI Al Qodiri tersebut.

Kemajuan era digital di masa revolusi industri 4.0, kata dia, Indonesia bakal melejit. Sebab, keterbukaan informasi semakin lebih maju, sehingga masyakat juga harus berkembang dengan mengikuti revolusi tersebut. “Kita yang santri jangan minder, harus melek teknologi,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih