Terdakwa Merasa Takut, Sidang Sabu Ditunda

TAK SIAP DIPERIKSA: Terdakwa Siti Hasanah terus meneteskan air mata saat agenda pemeriksaan saksi, (25/7) kemarin, di Pengadilan Negeri Jember.

RADAR JEMBER.ID  – Mata Ana alias Siti Hasanah sudah mulai memerah. Seperti mau meneteskan air mata lagi. Bahkan, Wahyu Widuri, hakim ketua persidangan di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Jember, (25/7) kemarin, menanyakan kepada terdakwa, apakah sudah siap menjalani persidangan.

IKLAN

Ana pun menganggukkan kepalanya, menandakan sudah siap, meskipun raut wajahnya tampak sedih. Agenda sidang pemeriksaan saksi sekaligus terdakwa tetap dilanjutkan. Dua saksi dari pihak kepolisian yang menangkap Ana di rumah kosnya, 25 Februari lalu, di Kecamatan Kaliwates, memberikan keterangannya.

M. Sofyan, salah satu saksi, mengaku bahwa Ana tertangkap tangan sedang menggunakan narkotika jenis sabu. “Dia tertangkap habis makai, duduk di kasur,” ucap Sofyan saat ditanya majelis hakim.

Sementara itu, Ana yang duduk di samping kedua pengacaranya, Yuli Winiari dan Irfan Nahdi, beberapa kali tampak mengusap air matanya dengan tisu. “Sabu-sabu itu kata terdakwa didapat dari orang Madura dan mentransfer uangnya,” jelas saksi.

Dian Akbar Wicaksana, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, juga melontarkan beberapa pertanyaan kepada saksi. Yakni terkait penangkapan tersebut. Hasil tes urine Ana pun terbukti positif.

Setelah saksi memberikan keterangannya, hakim pun memberikan kesempatan kepada Ana untuk menjawab apakah keterangan dari saksi benar. Ana pun menyangkal. “Barang itu bukan punya saya. Saya juga tidak menjual. Itu hanya titipan,” tutur Ana sembari menunduk dan menangis.

Namun, saksi juga tetap pada keterangannya. Bahwa barang terlarang tersebut milik terdakwa. Setelah pemeriksaan saksi, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Namun, Ana kembali menangis dan tak sanggup melanjutkannya. Ana menyatakan sikap tak sanggup diperiksa hari itu. Sebab, dirinya merasa masih takut. “Saya takut,” kata terdakwa.

Setelah dipanggil ke depan meja hakim bersama JPU dan pengacaranya, majelis hakim pun akhirnya menunda sidang pemeriksaan terdakwa tanggal 1 Agustus mendatang. Penundaan itu dengan persetujuan semua pihak.

“Mental Ana masih belum siap untuk melanjutkan sidang,” ujar Yuli, salah satu pengacara Ana, sesuai persidangan. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi