Buaya Muara Piaraan Warga Diamankan ke BKSDA

Jumai/Radar Jember DIAMANKAN: Buaya muara milik Siti Rohma, 50, warga Dusun Garahan Jati, Desa Garahan, Kecamatan Silo, diserahkan ke BKSDA Jember.

RADARJEMBER.ID- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Jember bersama Unit Reskrim Polsek Silo mengamankan seekor buaya muara dari rumah Siti Rohma, 50, warga Dusun Garahan Jati, Desa Garahan, Kecamatan Silo, kemarin. Buaya muara itu merupakan salah satu jenis binatang dilindungi.

IKLAN

Siti Rohmah, 50, pemilik buaya mengaku bahwa buaya miliknya itu dipelihara sejak tahun 2011. Buaya dengan panjang 1 meter itu diperoleh saat bekerja di Papua. “Waktu saya bawa dari Papua masih kecil. Masih sebesar jari kelingking,” ujarnya.

Karena sekarang sudah semakin besar, dia merasa takut. Oleh karena itu, buaya tersebut diserahkan ke BKSDA. “Saya tahu kalau binatang ini dilindungi. Makanya saya serahkan saja tanpa ada paksaan,” ujarnya.

Saat menangkap buaya tersebut di rumah Siti petugas agak kesulitan. Apalagi, buaya itu sudah tampak besar. Oleh karena itu, hewan dilindungi ini berontak saat akan dibawa, karena memang jarang berinteraksi dengan orang lain selain pemiliknya.

Sementara Bagus Susena, pejabat fungsional pada Kantor BKSDA Wilayah III Jember menyebut, buaya jenis itu merupakan salah satu buaya dilindungi. ”Untung pemiliknya kooperatif dengan menyerahkan buaya tersebut pada kami untuk dibawa ke kantor BKSDA Jember,” ujar Bagus Susena.

Pihaknya juga mengimbau pada warga masyarakat lain, agar tidak memelihara binatang yang dilindungi. Karena untuk memelihara dan mengembangbiakkan harus melalui perizinan yang sangat ketat.

Dia menjelaskan, belakangan ini memang ada beberapa hewan yang diserahkan sendiri oleh pemiliknya kepada BKSDA III Jember. Di antaranya beruk dan buaya muara ini. ”Kalau buaya muara ini sampai besar, pemilik juga pasti kerepotan. Untuk membawa satu ekor buaya yang panjangnya sudah mencapai 1 meter ini, petugas harus menggunakan keranjang besi,” ujarnya.

Reporter & Fotografer: Jumai
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.

Reporter :

Fotografer :

Editor :