Psikis Pasien Korona juga Diperhatikan

Tujuh Pasien Korona Sembuh

ANTARKAN BAJU PASIEN: dr Retna Dwi Puspitarini (KIRI) memberikan penjelasan dan edukasi kepada keluarga pasien korona di RSD Soebandi, kemarin (25/6).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Melakukan swabtestdua kali untuk memastikan pasien korona itu sembuh tetap di lakukan RSD drSeobandi. Meskipun info terbaru WHO cukup swab satu kali saja, tapi rumah sakit milik daerah tersebut tetap berpedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terbaru, tujuh pasien korona di RSD Soebandi itu sembuh.

IKLAN

Dokter spesialis paru-paru RSD drSoebandidr Retna Dwi Puspitarini Sp.P, saat diwawacaraiJawa Pos Radar Jember di ruangan keluarga pasien korona kemarin (25/6), mengatakan, memang ada anjuran baru dari WHO terkait penetapan pasien sembuh korona, cukup melakukan tes satu kali jika menunjukan hasilnya negatif. Tapi RSD drSoebandi masih mengikuti pedoman Kemenkes RI dengan melakukan tes swab dua kali.

Jika swab dua kali berturut-turut menunjukkan negatif, baru pasien korona dinyatakan sembuh. “Memastikan keamanan, maka dilakukan tesswab dua kali negatif,” jelasnya.

Minggu kemarin, RSD drSoebandi telah memulangkan tujuh pasien korona yang telah dinyatakan sembuh. dr Retna menambahkan, upaya percepatan penyembuhan mulai dari terapi obat-obatan yang memiliki efek antivirus. Serta penambahan vitamin C dan probiotik. “Vitamin C saja, bukan vitamin lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, vitamin C adalah yang terbaik untuk daya tahan tubuh. Selain itu, pasien korona juga diberikan waktu untuk relaksasi. Yaitu dengan berjemur pada pagi hari agar pasien mendapatkan udara pagi dan paparan sinar matahari. “Berjemurnya sekitar 30-45 menit. Mulai dari pukul 07.30 sampai sekitar pukul 9.00. Berjemur juga dibuat sif dan tetap memikirkan jarak 1-2 meter per pasien agar tidak bergerombol,” terangnya.

Selain itu, pasien juga ada terapi musik dengan joget-joget. “Sore diberi terapi musik keagamaan, mereka juga diberikan waktu sesi bertukar cerita, juga ada perawat psikolog yang memotivasi mereka, serta makanan bergizi,” ujarnya.

Menurut dr Retna, psikis pasien korona itu juga diperhatikan. Sebab, jika pasien itu stres, maka imunnya juga turun. “Motivasi itu tidak mudah, meski sangat sulit, tetap harus dilakukan” jelasnya. Sebab, lewat motivasi itu bagaimana pasien bisa percaya kepada petugas medis, kembali semangat, tidak down, dan bersemangat agar virus yang di dalam tubuhnya cepat tereliminasi.

Humas RSD drSoebandidrgSeptyono Hariawan mengakui, memberikan penjelasan kepada keluarga pasien korona ini sangat penting. Termasuk menjelaskan proses pasien korona dinyatakan sembuh itu seperti apa. “Dulu pada awal-awal korona, keluarga pasien tidak hanya mengirimkan baju dan perlengkapan pasien korona saja. Tapi juga surat,” jelasnya.

Tapi sekarang, pasien korona di RSD Soebandi sudah diperbolehkan membawa HP. “HP itu untuk hiburan mereka, untuk komunikasi sama keluarga agar mereka tidak stres. Tapi tidak diperkenankan memfoto pasien korona lainya dan meng-upload,” tuturnya.

UpdateGugus Tugas Covid-19 Jember per 24 Juni pukul 13.00, pasien sembuh ada 39 orang. Sehingga ada 61 pasien korona yang masih dirawat.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono