Warga Sandera Mobil Pembuang Limbah di Wonosari

Sampah Berasal dari PT Semen Imasco Asiatic

CEK LOKASI: Pemerintah Desa Wonosari bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga mendatangi lokasi pembuangan limbah. Warga menyandera pikap pengangkut sampah karena menimbulkan polusi bau sehingga meresahkan.

PUGER.RADARJEMBER.ID- Puluhan warga Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyandera mobil pikap B 9557 QV pengangkut limbah basah, Sabtu (24/4) sore. Hingga siang ini, kendaraan itu masih ditahan di balai desa setempat dan belum diambil oleh pemiliknya.

IKLAN

Aan Khunaifi mengatakan, awalnya warga tidak curiga kalau sampah yang dibuang ke lahan milik Haji Imam,50, warga Dusun Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Puger itu dijadikan tempat membuang limbah basah.

Warga mulai curiga setelah tercium bau busuk yang sangat menyengat dari lahan yang tak jauh dari permukiman tersebut. Setelah mengecek ke lokasi pekarangan yang berpagar seng itu, warga menemukan tumpukan sampah sisa makanan yang sudah membusuk. “Sekitar satu bulan lahan ini menjadi tempat pembuangan limbah,” katanya.

CEK LOKASI: Kepala Desa Wonosari Hadi Purnomo bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat melihat langsung lokasi pembuangan sampah. Pemerintah desa menutup lokasi itu karena tidak berizin.

Karena kesal, kata Aan, warga lantas menyanggong kendaraan pengangkut sampah. Apalagi selama ini, warga tidak pernah tahu kapan pikap tersebut mengangkut limbah makanan dan dibuang ke lahan di kawasan permukiman mereka. “Kami curiga membuangnya itu malam hari. Makanya, warga sengaja menyanggong kendaraan tersebut,” ungkapnya.

Lama menunggu, kendaraan yang dicurigai tak kunjung datang. Hingga sore menjelang maghrib, warga mendapati ada pikap hitam yang masuk ke lahan itu. Warga kemudian menghubungi Kepala Desa (kades) Wonosari untuk menghadang dan membawa kendaraan bersama sang sopir ke kantor desa.

Kades Wonosari Hadi Purnomo bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Wonosari, langsung mengecek ke lokasi tempat pembuangan limbah basah. Temuan di lapangan, memang ada tumpukan sampah yang dibuang oleh CV Manik Kalinggajaya. Di lokasi, tercium bau busuk sangat menyengat. Bahkan, beberapa warga yang merangsek mendekat tak kuasa menahan bau tersebut meski mereka mengenakan masker.

Menurut dia, warga tak hanya terganggu dengan bau yang ditimbulkan, tapi sudah merasa resah dengan aktivitas pembuangan sampah ini. “Hari ini juga kami menutup lokasi itu. Karena selain meresahkan warga, lokasi itu memang tidak ada izin,” tegas Hadi Purnomo.

Dia menjelaskan, keterangan yang diperoleh dari sang sopir Syaiful Kowi, 35 dan Eko, 37, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, limbah sejenis sampah rumah tangga itu berasal dari kawasan pabrik PT Semen Imasco Asiatic di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger. Keduanya bekerja untuk pengepul rongsokan asal Kecamatan Jenggawah dengan bendera CV Manik Kalinggajaya. CV inilah yang menjalin kontrak dengan PT Semen Imasco untuk membuang limbah basah dari kawasan pabrik.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Semen Imasco Asiatic Sugianto mengakui, jika limbah sejenis sampah rumah tangga itu berasal dari pabrik. Hanya saja, kata dia, pihaknya menjalin kontrak dengan CV Manik Kalinggajaya untuk membuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bukan ke lahan kosong di kawasan permukiman. “Kami memang tidak tahu sampah itu dibuang ke mana. Tapi sesuai kontrak harusnya ke TPA. Kalau begini kami akan tindak lanjuti dengan memutus kontrak tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih