Hoax Ternak Mati Menyesatkan

IKLAN

BONDOWOSO – Bencana alam asap beracun Gunung Ijen dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Munculnya informasi bencana gunung Ijen diikuti beredarnya berita hoax tentang banyak ternak mati akibat asap beracun dari kawah gunung Ijen. Padahal, hoax itu menyesatkan.
Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, tidak ada kejadian banyak ternak mati akibat asap beracun. Bahkan, pemerintah menjamin kejadian itu tidak menular. Sehingga, wisatawan masih bisa berkunjung ke kawasan Kecamatan Ijen. Namun, dalam waktu satu-dua hari ini, jalur pendakian masih ditutup.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Harry Patriantono mengungkapkan, telah melakukan pemantauan seharian secara intensif, kemarin (22/3). Kawasan Ijen yang Rabu malam sempat mengeluarkan gas beracun juga sudah berangsur aman. “Tidak ada ternak yang mati, bahkan warga yang dirawat sudah banyak yang kembali,” tegasnya.
Siang kemarin, pihaknya melakukan rapat koordinasi bersama Kepala BKSDA Setyo Utomo, Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji, Kasi Konservasi Wilayah V BKSDA Sumpenaa, dan BPBD Bondowoso Winarto. Serta dengan pihak PVMBG di Paltuding. Dalam koordinasi itu, diputuskan dalam satu-dua hari ke depan, jalur pendakian ditutup sementara. “Jalur pendakian ditutup, namun masih banyak wisata alam di Bondowoso yang bisa dinikmati, seperti Kawah Wurung, air terjun, dan lain sebagainya. Semuanya di Kecamatan Ijen,” ungkapnya.
Adanya penutupan itu sembari menunggu hasil analisa dari PVMBG. Kepala Seksi Konservasi Wilayah V BKSDA Sumpena mengatakan, pihaknya masih menunggu analisa PVMBG dalam 1-2 hari ini. Kemungkinan besar, pendakian tidak akan ditutup. “Namun jalur pendakian akan diundur,” terangnya.
Jalur pendakian itu diundur dari yang biasanya bisa naik jam 24.00. Namun, demi keamanan, pendakian hanya diizinkan naik sesudah pukul 03.00 WIB. Namun, hal itu masih perkiraan. Keputusannya menunggu dua hari ke depan.
Sementara Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Tarmuji mengatakan, dia bersama jajarannya membantu keamanan penuh. Kondisi di lapangan saat ini memang sudah membaik. Kawasan di tiga dusun yang sebelumnya banyak gas beracun, pada siang hari sudah tidak ada lagi gas beracun. “Memang sudah membaik, namun kami mengimbau agar warga menunggu dahulu, tetap berada di rumah saudara yang ada di luar dusun sampai menunggu keputusan PVMBG,” terangnya. (hud/mgc/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :