Petani Diminta Legawa Alokasi Pupuk Subsidi Berkurang

WAKTUNYA MERABUK: Salah seorang petani sedang menyebar pupuk untuk tanaman padi mereka. Tahun ini, alokasi pupuk bersubsidi dikurangi oleh pemerintah pusat bahkan mencapai hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BALUNG.RADARJEMBER.ID-Kebijakan pemerintah pusat mengurangi alokasi pupuk bersubsidi, dikeluhkan oleh petani, termasuk di Jember, apalagi saat ini memasuki musim tanam. Kondisi tersebut, mendapat sorotan Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (APDI) Jember.

IKLAN

Sekretaris APDI Jember Muhammad Soleh mengatakan, petani jangan lagi mengandalkan pupuk bersubsidi. Meski pria asal Kecamatan Balung ini mengakui harga pupuk nonsubsidi memang lebih mahal. Bahkan, harganya bisa mencapai dua kali lipat dari harga pupuk bersubsidi.

“Mau apa lagi sekarang ini, jumlah pupuk bersubsidi berkurang. Agar aktivitas tanam padi tetap berlangsung, alangkah baiknya petani beralih memakai pupuk nonsubsidi,” katanya.

Menurut Sholeh, data yang dimiliki APDI Jember menyebutkan, di tahun 2019 lalu dan beberapa tahun sebelumnya untuk Jawa Timur jumlah ketersedian pupuk menembus angka lebih dari 1 juta ton.

“Gambaran riel sekarang pupuk berkurang 52 persen atau 589.000 ton. Sementara kebutuhan pupuk setahun di Kabupaten Jember tidak kurang dari 92 ribu ton,” imbuhnya.

Di bagian lain, Hijradma Pandika Hardono, perwakilan perusahaan pupuk nasional di Kabupaten Jember menegaskan, untuk penyaluran besaran pupuk bersubsidi ke setiap kecamatan tidaklah sama. Ini mengacu data dari dinas pertanian terkait kebutuhan pupuk bersubsidi.

“Saya berharap petani bisa memaklumi keputusan pemerintah pusat melakukan pengurangan pupuk bersubsidi ini. Karena itu petani tidak perlu resah dan masih bisa membeli pupuk nonsubsidi,” jelasnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih