Disambut Tetangga Sebagai Warga Baru

DISERAHKAN : Wabup Lumajang Indah Masdar ketika menerima ktp dan kk dari ketua RW 6 kelurahan Ditotrunan. Indah dan Thoriq diterima sebagai warga baru di kelurahan Ditotrunan

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Usai sujud sukur di masjid Anas Machfud, Cak Thoriq dan Bunda Indah langsung jalan kaki ke rumah dinas. Disana tetangga menyambut dan menyerahkan KTP dan KK baru.

IKLAN

Dari masjid Anas Machfudz, pasangan hebat bermartabat ini diarak puluhan pasukan banser, pagar nusa, rombongan pejabat dan ratusan warga. Dengan jalan kaki, ratusan warga itu mengawal sampai ke pendapa. Usai usai penyambutan di pendapa berlanjut Cak Thoriq mengantarkan Bunda Indah ke Rumdin yang letaknya hanya beberapa meter dari pendapa.

Ketua RW 7 kelurahan Ditotrunan yang menjadi domisili Cak Thoriq menyampaikan terimakasih karena cara ini berbeda dengan sebelumnya.

Cak Thoriq menyampaikan terimakasihnya juga. “Maturnuwun semuanya, saya baru jadi warga RW 7 RT 4 kelurahan Ditotrunan. Iki ceritane wong deso Kunir jadi wong kuto. Saya pamit mau jadi warga RW 7,” kata Thoriq.

Dia juga meminta jadwal rutinan. “Pak RW, saya minta jadwal rutinnya. Sewaktu-waktu jika tidak ada kegiatan diluar, tak ada kegiatan dinas, saya mohon mau ikut pengajian rutinan. Khusus siskamling sy wakilkan satpol pp hehehe,” ujarnya yang disambut tawa warga setempat.

Istrinya juga dikenalkan. Namanya Musfarida Nuryati yang akrab disapa Bu Farid aau Bu Thoriq. Aslinya asal Bawean Mabupaten Gresik. Dua putri dan seorang putranya juga dikenalkan.

Usai sambutan dan perkenalan, KTP dan Kk diserahkan oleh Ketua RW pada Cak Thoriq.

Sementara itu, Indah juga demikian. Bunda Indah masuk di RW 6 Ditotrinan.
Suwigngo ketua RW 6 menyampaikam selamat atas dilantiknya bunda Indah sebagai wabup Lumajang.

Baru kemudian dilakukan penyerahan KK, KTP oleh ketua RW. Dan cak Thoriq yang juga hadir disana menyerahkan foto bunda Indah sebagai kejutan. Foto bunda Indah saat makan cilot.

Agus Wahyu Cahyono, suami indah, memyampaikan terimakasih telah diterima menjadi warga baru Ditotrunan yang sebelumnya sebagai warga Jogoyudan. “Kami sekeluarga akan jadi warga baru. Apapun aturan kami siap mengikuti. Kenalkan saya sebagai kepala keluarga. Dan anak saya satu, dokter muda yang masih kuliah di Surabaya,” ujarnya.

Bunda Indah mengaku demikian. Selain berterimakasih dia mengaku menyanggupi untuk sesekali hadir di acara rutinan pengajian. “Asal tidak bersamaan dengan kegiatan di kantor. Biasanya setiap saya tinggak, selalu jadi anggota pengajian. Sy minta jadwal pengajian. Jangan dimarahi kalau tidak datang, tapi saya titip,” ucapnya yang sampai membuat hadirin tetangga terpingkal-pingkal. (*)

Reporter : Hafid Asnan
Fotografer : Akhmad Mustofa Jamil
Redaktur : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :