Apel Perdana, Bupati Lumajang Ungkap Adanya Jual Beli Jabatan

PENUH ANCAMAN: Sejumlah ASN ketika mengikuti apel perdana dengan bupati dan wabup baru Lumajang. Berbeda dengan apel sebelumnya, kali ini apel ramai mem-bully

LUMAJANG – Gebrakan pemerintahan baru sudah dimulai. Diawali dengan apel perdana yang dilakukan besar-besaran. Disitulah Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq MML mengungkap adanya jual beli jabatan. Kedepan, dia mengancam untuk tidak macam-macam.

IKLAN

Orang nomor satu di Lumajang itu sengaja mengambil apel di hari kedua setelah dilantik oleh Gubernur Soekarwo. Bukan apel di halaman pemkab. Melainkan di lapangan alun-alun. Dengan menghadirkan semua pimpinan OPD, camat dan petinggi pemerintahan.
Sekitar pukul 07.15, Apel dimulai. Cak Thoriq sapaan akrabnya keluar bersama Wabup Ir Hj Indah Amperawati dari dalam pemkab. Seperti biasa, tukang becak dan PKL disalami sebelum memasuki tempat apel.
Ketika waktunya memberikan arahan, memang disediakan podium. Namun, Cak Thoriq memilih turun. Diikuti Wabup Indah Masdar. Sementara kepala OPD juga diminta mendekat dan tidak berjauhan.
Sehingga posisi kepala OPD tepat berhadap-hadapan dengan peserta apel. Cak Thoriq dan Bunda Indah di barisan depan. Di belakangnya ada Sekda, asisten, staf ahli dan pimpinan OPD.
Setelah menjelaskan proses pelantikannya pada 24 Juni, bupati kelahiran 1977 itu memberikan banyak arahan terkait garis-garis kerja yang akan dijalani dengan Wabup. Salah satu yang menyita perhatian dan mendapat tepuk tangan bully dari peserta apel adalah ketika mengungkap adanya jual beli jabatan dan pungli.
“Saya dan bu Wabup sudah dapat informasi yang cukup. Guru pindah ditarik uang! iya, saya dengar! saya tahu!. Mau pindah ditarik uang. Jadi jangan anggap saya tidak tahu. Karena itu problem dasar. Sesama ASN dipungli sesama ASN,” tegasnya yang membuat seluruh peserta apel bertepuk tangan kompak dan bersuara booo bersamaan membully.
Thoriq menegaskan, juga ada orang yang bekerja dan berkeringat dengan ikhlas diintimidasi oleh ASN lainnya. “Saya tidak mau dengar itu lagi. ini informasi yang akurat. Tidak perlu diragukan lagi,” tegasnya yang bikin semua peserta apel bersorak sorai.
Ketika terjadi lagi, maka dia tidak akan berkompromi. Juga ditegaskan bahwa tidak ada bupati lain selain dirinya. Tidak ada wabup lain selain dirinya. ASN tidak bisa lapor ke selain bupati dan wabup. “Kalau tidak percaya, silahkan dicoba,” sindirnya.
Usai sambutan, wartawan banyak mengejar informasi jual beli jabatan ini. Cak Thoriq tidak mengelak. “Iya, prinsipnya saya dan bu wabup mendengar, dapat informasi, dapat data yang sangat akurat,” ungkapnya.
Dia menyampaikan kebijakannya kedepan tidak boleh ada pungli. Tidak boleh ada tarikan uang yang tidak jelas sesama ASN. Terpenting juga, tidak boleh ASN diintimidasi sesama ASN.
Bunda Indah juga demikian. Terkait konnsekwensinya dia mengaku tentu ada. Sebab, negara ini berdasarkan hukum. “Soal konsekwensi hukum, semua tindakan manusia pasti bekonsekwensi hukum karena diatur hukum. Semua aturan manusia diatur hukum,” tambahnya.
Persoalan itu menurut dia akan diurai permasalahannya. “Dan laporan yang masuk pada kami akan segera kami cari pembuktiannya. Harus dibuktikan kalau tidak melakukan jual beli ataupun pungli,” pungkasnya. (*)
Reporter : Hafid Asnan
Fotografer : Hafid Asnan
Redaktur : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :