Pikat Animo Turis Dengan Kue Tradisional-Sehat, Gelaran Pasar Lumpur Kembali Dihelat Besok

MERIAH: Komunitas Tanoker akan kembali menggelar Pasar Lumpur pada Ahad (26/08) besok. Acara ini sebagai bagian dari Festival Egrang yang popularitasnya sudah mencapai nasional.

RADARJEMBER.ID – Sumpil Labuh, Rangin dan Embhel, menjadi tiga makanan utama yang akan disajikan komunitas Tanoker dalam gelaran Pasar Lumpur bulan ini. Pasar Lumpur akan tersaji pada Minggu (26/08) besok.

IKLAN

“Setiap bulan, kita selalu ada tradisi kreasi unggulan di Pasar Lumpur. Kami menyebutnya food of the month,” tutur Farha Ciciek, salah satu inisiator komunitas Tanoker kepada Jawa Pos Radar Jember.

Tiga nama kue atau jajanan tradisional itu, memang sudah banyak generasi muda yang tidak lagi mengenalnya. Namun justru disitulah letak daya tarik even Pasar Lumpur sehingga mampu menjadi magnet yang menarik perhatian para turis untuk datang menikmati pesona pedesaan di Kecamatan Ledokombo. “Kami ingin menyajikan makanan yang sehat, unik dan enak. Tapi tidak melulu jajanan tradisional, ada juga yang kreasi baru yang akan kami sajikan besok,” ujar Ciciek sembari tersenyum.

Sajian kue tradisional yang sehat ini, hanya secuil dari daya tarik yang dijanjikan panitia untuk disajikan dalam even Pasar Lumpur besok. Seperti gelaran sebelumnya, acara Pasar Lumpur ini diadakan di Dusun Onjur, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo ini. Acara digelar pada hari Minggu (26/08) besok mulai pukul 08.00 – 14.00 WIB.

“Alhamdulillah, dari beberapa kali gelaran Pasar Lumpur yang konsisten kita gelar ini, sudah bisa menjadi perhatian wisatawan asing dan sudah tak terhitung jumlah wisatawan lokal yang sudah ikut serta memeriahkan pasar lumpur yang ada di kecamatan Ledokombo,” tutur Ciciek.
Kegiatan di Pasar Lumpur kali ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Egrang. “Akan ada lomba egrang di persawahan. Sebuah kegiatan unik yang akan diikuti oleh murid sekolah dasar,” jelas Ciciek.

Untuk menarik animo masyarakat, berbagai sajian telah disiapkan oleh panitia. Mulai dari Bazar Kuliner Sehat; Bazar kerajinan Unik Khas Ledokombo; Out Bond Permainan Tradisional; Pololumpur; Lomba menggambar Tingkat SD; Barkas (Baju Bekas Berkualitas dan sebagainya.
“Kami ingin menyajikan sekaligus mengkampanyekan makanan sehat yang alami dan bebas dari bahan-bahan kimia yang tidak sehat. Masyarakat bisa menikmatinya di tengah sawah yang asri dan masih natural tentunya bebas polusi,” pungkas Ciciek. (*)

Reporter: Adi Faizin
Fotografer: Tanoker

Editor: Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :